Menu

40 Tahun Lalu, Novelis Dean Koontz Cerita Virus Corona

40 Tahun Lalu, Novelis Dean Koontz Cerita Virus Corona
Novelis Dean Koontz bercerita Virus Corona sejak 40 tahun lalu. Novel The eyes of Darkness terbit 1981 oleh The Newyork Times kini pembahasan internasional. (matamadura)

matamaduranews.com-Ramai membicarakan wabah virus Corona (Covid-19) setelah ditetapkan sebagai bencana Nasional. Kini muncul kisah virus Corona dalam novel karya Dean Koontz yang terbit tahun 1981 oleh The Newyork Times.

Dalam novel yang berjudul The Eyes of Darkness (mata kegelapan) itu, bercerita awal mula virus itu bermula di Wuhan, China sebagai titik awal disebar.

Berikut cuplikan novel The Eyes of Darkness karya Dean Ray Koontz, novelis kelahiran Amerika, 9 July 1945:

“They call the stuff ‘Wuhan-400’ because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the four hundredth viable strain of man-made micro-organisms created at that centre.

Wuhan-400 is a perfect weapon. It afflicts only human being. No other living creature can carry it. And like syphilis, Wuhan-400 can’t survive outside a living human body for longer than a minute, which means it can’t permanently contaminate objects or entire places the way anthrax and other virulent microorganisms can. And when the host expires, the Wuhan-400 within him perishes a short while later, as soon as the temperature of the corpse drops below eighty-six degrees Fahrenheit.”

Prediksi Dean Koont tentang penyebaran virus Corona juga diulas oleh sejumlah media mainstream Internasional. Seperti, India Today yang menurunkan artikel berjudul, Novel predicted Wuhan virus 40 years before Coronavirus outbreak. Internet is stumped, terpublish 17 Februari 2020.

Situs, gulfnews.com juga menurunkan artikel berjudul, Wuhan 400: Novel predicted coronavirus 40 years ago, Internet stumped, terpublish 18 Februari 2020.

Situs liputan6.com, juga mengulas novel itu dengan dua artikel di atas. “Agak ‘menyeramkan’ keberadaan Wuhan Institute of Virology, satu-satunya laboratorium biosafety tingkat empat milik China, yang dibuat untuk menangani penyakit menular seperti ebola,” tulis situs liputan6.com.

Diketahui, laboratorium itu berada dalam jarak 30 kilometer dari Kota Wuhan, yang sempat memicu konspirasi bahwa Virus Corona (Covid-19) adalah senjata biologis China.

Namun, benarkah anggapan sebagian orang bahwa novel The Eyes of Darkness telah meramalkan wabah Virus Corona pada 1981?

Dean Koontz dalam novelnya merinci sifat-sifat virus ‘Wuhan-400’.

“Wuhan-400 is a perfect weapon. It afflicts only human being. No other living creature can carry it. And like syphilis, Wuhan-400 can’t survive outside a living human body for longer than a minute, which means it can’t permanently contaminate objects or entire places the way anthrax and other virulent microorganisms can. And when the host expires, the Wuhan-400 within him perishes a short while later, as soon as the temperature of the corpse drops below eighty-six degrees Fahrenheit.”

Wuhan-400 disebut hanya menginfeksi manusia, tidak ada makhluk hidup lain yang bisa membawanya.

Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia hidup selama lebih dari satu menit. Sehingga tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti anthrax dan mikroorganisme ganas lainnya.

Sifat ketiga adalah, ketika manusia yang menjadi inang (host) meninggal, Wuhan-400 dalam dirinya lenyap tak lama kemudian, begitu suhu jasad turun di bawah 86 derajat Fahrenheit.

“Sifat-sifat Wuhan-400 tak cocok dengan definisi virus corona yang disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” begitu analisa Diyah Naelufar penulis situs liputan6.com terkait isi novel The Eyes of Darkness yang ikut meramal kehadiran wabah Virus Corona di tahun 2020.

Menurut Diyah, WHO jelas menyebut bahwa virus Corona (coronavirus) adalah penyakit zoonotik, yang berarti bisa menular antara manusia dan hewan.

“Sejauh ini belum diketahui pasti dari mana Virus Corona Covid-19 ditularkan — kelelawar, ular, atau trenggiling. Namun, dari hasil penelitian menemukan, penyakit SARS-Cov ditularkan dari luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia,” tambahnya.

Diyah menyimpulkan, tulisan Wuhan-400 di novel The Eyes of Darkness karya Dean Koontz dan Virus Corona Covid-14 tak ada kaitan.

“Meski Wuhan adalah nama kota di mana Covid-19 bermula. Prediksi, yang baru muncul pasca-virus corona mewabah dari Wuhan, tidak terbukti. Semua hanya kebetulan belaka,” tulisnya.

hambali rasidi

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: