BisnisKeuangan

Strategi BPRS Bhakti Sumekar Membangun Generasi Z Melek Keuangan

×

Strategi BPRS Bhakti Sumekar Membangun Generasi Z Melek Keuangan

Sebarkan artikel ini
BPRS Bhakti Sumekar
Target inklusi keuangan bagi generazi muda

Sumenep – Upaya membangun generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan terus dilakukan BPRS Bhakti Sumekar melalui berbagai program edukasi dan layanan keuangan bagi Generasi Z (pelajar). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat literasi keuangan sejak usia dini di Kabupaten Sumenep.

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa membangun generasi melek keuangan bukan sekadar membuka rekening tabungan, tetapi membentuk pola pikir dan kebiasaan finansial yang sehat.

“Literasi keuangan harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu memahami nilai uang, pentingnya menabung, dan bagaimana merencanakan masa depan. Di sinilah peran lembaga keuangan daerah menjadi sangat penting,” ujar Hairil Fajar, Selasa (2026).

Edukasi Keuangan Masuk ke Sekolah

Salah satu strategi utama yang dijalankan BPRS Bhakti Sumekar adalah menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi literasi keuangan. Program ini dilakukan melalui sosialisasi langsung, simulasi menabung, serta pembukaan rekening pelajar secara kolektif.

Pendekatan ini dinilai efektif karena siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola keuangan.

“Kami tidak ingin literasi keuangan hanya menjadi materi tambahan. Kami ingin menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari di sekolah,” jelas Hairil Fajar.

Melalui kerja sama dengan sekolah dan pemerintah daerah, program literasi keuangan kini mulai menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Digitalisasi Jadi Sarana Pembelajaran Modern

Selain edukasi konvensional, BPRS Bhakti Sumekar juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung literasi keuangan. Sistem layanan berbasis digital memungkinkan siswa dan orang tua memantau tabungan secara transparan dan real-time.

BACA JUGA :  Dukungan Bupati Fauzi Yang Dirasakan Dirut BPRS Bhakti Sumekar 

Digitalisasi ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran modern yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan generasi muda.

“Generasi saat ini hidup di era digital. Maka edukasi keuangan juga harus menggunakan pendekatan digital agar lebih mudah dipahami dan diterapkan,” kata Hairil Fajar.

Penggunaan teknologi juga membantu mempercepat layanan perbankan, mengurangi administrasi manual, serta meningkatkan akurasi data keuangan.

Menanamkan Nilai Disiplin dan Kemandirian

Lebih dari sekadar pengelolaan uang, program literasi keuangan yang dijalankan BPRS Bhakti Sumekar juga bertujuan menanamkan nilai disiplin dan kemandirian kepada generasi muda.

Kebiasaan menabung secara rutin diyakini dapat membentuk karakter yang bertanggung jawab dan mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.

“Menabung bukan hanya soal uang, tetapi soal disiplin dan tanggung jawab. Ketika anak-anak terbiasa menabung, mereka belajar mengendalikan keinginan dan menghargai proses,” tegas Hairil Fajar.

Investasi Jangka Panjang untuk Ekonomi Daerah

BPRS Bhakti Sumekar memandang program literasi keuangan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan ekonomi daerah. Generasi yang memahami keuangan sejak dini diharapkan mampu menjadi pelaku ekonomi yang produktif di masa depan.

Dengan semakin banyaknya pelajar yang memiliki rekening tabungan dan memahami pengelolaan keuangan, ekosistem ekonomi lokal dinilai akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

“Membangun generasi melek keuangan berarti membangun masa depan ekonomi daerah. Ini bukan program jangka pendek, tetapi investasi untuk puluhan tahun ke depan,” pungkas Hairil Fajar. (ras)