EkonomiKeuangan

Kepercayaan Publik sebagai Modal Utama Bank Syariah Daerah

×

Kepercayaan Publik sebagai Modal Utama Bank Syariah Daerah

Sebarkan artikel ini
Hairil Fajar
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar

Sumenep – Dalam industri keuangan, kepercayaan publik menjadi faktor paling menentukan keberlanjutan sebuah lembaga. Bagi BPRS Bhakti Sumekar, kepercayaan masyarakat bukan hanya aset penting, tetapi juga fondasi utama dalam menjalankan pelayanan keuangan syariah di daerah.

Direktur Hairil Fajar menegaskan bahwa keberhasilan bank syariah tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset atau jumlah nasabah, tetapi dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

“Dalam dunia perbankan, kepercayaan adalah segalanya. Tanpa kepercayaan, tidak ada transaksi. Tanpa kepercayaan, tidak ada pertumbuhan,” ujar Hairil Fajar kepada wartawan, pertengahan Maret 2026.

Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci

Menurut Hairil Fajar, menjaga kepercayaan publik membutuhkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam setiap layanan yang diberikan. Masyarakat harus merasa yakin bahwa dana yang mereka simpan dikelola secara aman, profesional, dan sesuai prinsip syariah.

Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar terus memperkuat sistem pengawasan internal, manajemen risiko, serta pelaporan keuangan yang transparan.

“Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian. Transparansi adalah cara terbaik untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan tata kelola lembaga keuangan daerah agar lebih modern dan profesional.

Pelayanan Konsisten Bangun Loyalitas Nasabah

Selain transparansi, konsistensi pelayanan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik. Pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif akan menciptakan pengalaman positif bagi nasabah.

BPRS Bhakti Sumekar menempatkan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama, baik melalui layanan langsung di kantor maupun melalui layanan digital.

BACA JUGA :  Sebanyak Rp 17 Miliar, Para Korban Arisan Online di Bangkalan

“Kepercayaan tidak dibangun dalam satu hari. Kepercayaan dibangun dari pengalaman pelayanan yang konsisten setiap waktu,” kata Hairil Fajar.

Dengan pelayanan yang konsisten, nasabah akan merasa nyaman dan yakin untuk terus menggunakan layanan bank syariah.

Reputasi Lembaga Dibangun dari Kepercayaan

Hairil Fajar menambahkan bahwa reputasi lembaga keuangan sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Reputasi yang baik akan mempermudah lembaga dalam memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sebaliknya, reputasi yang buruk dapat menghambat pertumbuhan lembaga dan menurunkan kepercayaan publik.

“Reputasi bukan dibangun dari promosi, tetapi dari kepercayaan. Ketika masyarakat percaya, mereka akan menjadi mitra jangka panjang bagi lembaga,” tegasnya.

Karena itu, menjaga integritas dan profesionalisme menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengembangkan lembaga keuangan daerah.

Fondasi Kuat untuk Masa Depan Ekonomi Daerah

Kepercayaan publik yang kuat diyakini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Bank syariah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pelaku usaha, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat.

BPRS Bhakti Sumekar optimistis bahwa dengan menjaga kepercayaan masyarakat, lembaga keuangan daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Selama kepercayaan masyarakat terjaga, kami yakin bank syariah daerah akan terus menjadi mitra utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Hairil Fajar. (ras)