Di tengah meningkatnya gaya hidup konsumtif, PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial. Melalui kampanye “Utangmu untuk Kebutuhan atau Gengsi?”, bank syariah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini mengingatkan bahwa utang seharusnya menjadi solusi, bukan sumber persoalan keuangan.
Kampanye yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @bhakti.sumekar.official itu mengajak masyarakat berpikir matang sebelum mengajukan pembiayaan. Pesan utamanya sederhana namun penting: pastikan pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar mengikuti tren atau memenuhi gengsi.
“Jangan sampai utang yang seharusnya membantu justru menjadi beban di kemudian hari. Gunakan pinjaman secara bijak, terencana, dan sesuai kemampuan membayar,” demikian pesan yang disampaikan BPRS Bhakti Sumekar.
Dalam edukasinya, BPRS Bhakti Sumekar mengingatkan masyarakat untuk menghindari pembiayaan yang hanya bertujuan membeli barang karena tren, berbelanja berlebihan, atau membiayai gaya hidup konsumtif. Sebaliknya, pembiayaan dianjurkan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha, biaya pendidikan, layanan kesehatan, maupun kebutuhan penting lainnya.
Kampanye ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Bulan Literasi Keuangan 2026 dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Melalui edukasi berkelanjutan, BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan sehingga utang benar-benar menjadi jalan menuju kesejahteraan, bukan jebakan yang membebani masa depan. (ain)












