Asyik..Hanya Tunjukan KTP, Warga Sumenep Dapat Layanan Kesehatan Gratis. Termasuk Yang Dirantau

matamaduranews.com-Bupati Sumenep Achmad Fauzi ingin memanja warganya dalam menikmati layanan kesehatan  gratis.

Menariknya, layanan kesehatan gratis ini tak melulu warga yang tinggal di Kabupaten Sumenep. Meski ada di tanah rantau. Warga yang ber KTP Sumenep juga bisa mendapatkan layanan berobat tanpa biaya.

Program kesehatan gratis ini bakal berlaku mulai 7 November 2022.

Bupati Fauzi melaunching Universal Health Coverage (UHC) pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 753, 31 Oktober 2022.

Menurut Fauzi, jika masyarakat Sumenep sakit. Cukup bawa KTP, daftar di loket Puskesmas. Tunjukkan KTP. Selesai sudah.

“Ini untuk seluruh masyarakat Sumenep dan berlaku di Puskesmas maupun rumah sakit. Termasuk di luar kota. UHC ini mulai berlaku pada 7 November,” terang Bupati Fauzi kepada media Sabtu 29 Oktober 2022.

Kendati ada program UHC, Bupati Fauzi berharap masyarakat Sumenep selalu diberi kesehatan. “Meski sudah ada jaminan kesehatan ini, tapi saya berdoa, semoga masyarakat Sumenep selalu diberikan kesehatan,” imbuhnya.

Untuk mensukseskan program UHC. Beberapa hari terakhir. Pemkab Sumenep menyelesaikan anomali data kependudukan sebelum memberlakukan layanan kesehatan berbekal kartu tanda penduduk.

Sebab, program UHC ini menyasar warga yang tidak tercakup dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seperti bukan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), dan bersedia dilayani dan didaftarkan sebagai peserta JKN melalui BPJS Kesehatan di kelas III.

BACA JUGA :  Wow...Penderita Kusta di Madura Kian Meningkat. Berikut Penjelasan Dinkes Jatim

Program UHC mengacu Peraturan Presiden Nomor: 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

“Dan melalui program ini, kami ingin kualitas kesehatan masyarakat Sumenep meningkat, dan semua masyarakat bisa tercakup layanan kesehatan yang memadai,” kata Fauzi menambahkan.

Untuk mendukung program cakupan kesehatan universal itu Bupati Fauzi berjanji akan menambah dan memperbaiki fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Pelayanan kesehatan yang prima oleh semua petugas medis tentu harus ditingkatkan pula, sehingga masyarakat harus merasakan manfaat yang sebesar-besarnya dan merasa terayomi,” sambung bupati.

Pada tahun sebelumnya, warga Sumenep yang tercakup program JKN sebanyak 752.823 jiwa atau sekitar 66,82 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 1.126.724 jiwa.

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep terdiri 30 puskesmas, 71 puskesmas pembantu (pustu) serta 222 poskesdes yang tersebar di 328 desa dan empat kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan daratan dan kepulauan. (*)

Komentar