Atasi Kemiskinan Ibu Rumah Tangga, Ismed: Program Harus Bisa Dirasa Manfaat

Mata Madura - 10/11/2016
Atasi Kemiskinan Ibu Rumah Tangga, Ismed: Program Harus Bisa Dirasa Manfaat
Suasana saat sosialisasi program Jalin Mitra di Bangkalan (foto, Eko Mata Bangkalan) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner
Suasana saat sosialisasi program Jalin Mitra di Bangkalan (foto, Eko Mata Bangkalan)

Suasana saat sosialisasi program Jalin Mitra di Bangkalan
(foto, Eko Mata Bangkalan)

MataMaduraNews.comBANGKALAN- Data BPS menunjukkan, jumlah penduduk wanita di Jatim ternyata lebih didominasi oleh perempuan. Sensus Penduduk Tahun 2010, jumlah penduduk Jawa Timur 37,47 juta, terdiri dari 18,5 juta laki-laki (49,37%) dan 18,97 juta perempuan (50,63%).

Hal tersebut diperkuat oleh rilis data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan kemiskinan (TNP2K) Juli 2012, menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan dengan status kesejahteraan 30% terendah di seluruh Indonesia yaitu sebanyak 2.864.364 Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP).

Provinsi Jatim menempati posisi tertinggi dengan jumlah KRTP sebanyak 700.160 atau 24,4 % (Sumber: Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial. Juli 2012. www.tnp2k.go.id).

Untuk mengatasi fenemona kemiskinan kaum hawa itu, Pemprov Jatim membuat program Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Matra). Program tersebut sebagai upaya Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan dengan sasaran Kepala Rumah Tangga Perempuan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Bapemas-Pemdes Bangkalan, menggelar sosialisasi program Jalin Matra dan bimtek ke para pendamping program, bertempat di Aula PKP RI, Kamis, 10/11/2016.

Hadir dalam kegiatan tersebut,  pejabat Pemprov Jatim, UB pendamping SDM, Camat dan Sekcam, Kades dan Sekdes yang mendapat program tersebut serta diikuti para pendamping. Menurut Kepala Bapemas-Pemdes Bangkalan, Ismed Efendi, kegiatan tersebut bermisi memberi pemahaman kepada para pendamping agar bantuan dana yang turun bisa tepat sasaran dan besar manfaat bagi penerima.

“Bantuan harus tepat sasaran dan tepat pemanfaatan. Nah..kegiatan sosialisasi dan bimtek ini bertujuan agar pendamping paham dan dapat menyalurkan bantuan tepat sasaran. Sehingga program ini benar-benar dirasakan oleh yang berhak menerima,” terang Ismed.

Sekretaris Program Jalin Matra, Nurul Muntashiroh, menyebut ada fenomena kemiskinan kian akut yang dirasa para perempuan di Jatim. Lebih miris, katanya, banyak perempuan menjadi kepala rumah tangga. Jumlahnya terus bertambah. Mereka hidup dalam garis kemiskinan. (lihat data angka di atas)

Fenomena kemiskinan perempuan ini, disambut Gubernur Jatim, Soekarwo agar bisa dieskplor potensi perempuan yang dilanda kemiskinan itu. “Di sini peran pendamping dalam mengawal bantuan Jalin Matra yang telah disediakan Pak Gubernur,” terang Nurul.

Menurutnya, fenomena yang populer dengan istilah feminisasi kemiskinan atau kemiskinan berwajah perempuan memerlukan upaya khusus. “Di sini butuh ketelatenan para pendamping,” sambungnya.

PFK ( Program Feminisasi Kemiskinan) di Kabupaten Bangkalan terdapat delapan desa. Delapan desa yang mendapat program Jalin Matra PFK itu, mayoritas berada di Kecamatan Konang. “Namun ada satu desa yang direlokasi karena ada kendala intern. Desa tersebut sudah memberikan surat penyataan. Jadi satu desa ada di KJecamatan Galis, tepatnya Desa Longkek,”  ucap Mahmudi, pendamping Jalin Matra Kabupaten Bangkalan. Tujuh desa itu meliputi, Desa Durin Barat, Durin Timur, Galis Dajah, Kanigara, Batokaben, Bandung dan Konang,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, program Jalin Matra merupakan program yang di desain secara khusus dan inklusif bagi masyarakat yang belum beruntung secara ekonomi, sosial, budaya berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Program Perlindungan Sosial  (PPLS) Tahun 2011 dengan status 30% kesejahteraan terendah.

Ada tiga kegiatan di Program Jalin Matra yang secara spesifik berbeda dari segi sasaran, yaitu Program Jalin Matra Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin dengan sasaran Rumah Tangga Sangat Miskin dengan status kesejahteraan 1 – 5% terendah (Desil 1). Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan dengan sasaran Kepala Rumah Tangga Perempuan dengan status kesejahteraan 1 – 10% terendah (Desil 1) dan Program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan dengan sasaran Rumah Tangga Rentan Miskin dengan status kesejahteraan 11 – 30% terendah (Desil2 dan 3).

advetorial

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->