Menu

Berebut Kekuasaan, Jimhur Ambil Alih Ketua PKL Stadion Gelora Bangkalan

Berebut Kekuasaan, Jimhur Ambil Alih Ketua PKL Stadion Gelora Bangkalan
Para PKL di area Stadion Gelora Bangkalan saat menentukan Jimhur Saros menjadi ketua PKL. (matamadura.syaiful)
Link Banner

matamaduranews.com-BANGKALAN-Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Stadion Gelora Bangkalan diambil alih Jimhur Saros.

Bukan tanpa alasan, Jimhur menilai ada dua kubu yang saling memperebutkan kekuasaan.

Link Banner

Pantauan Mata Madura di lapangan, saat pengurus dan anggota PKL duduk bersama di depan SGB, suasana sempat bersitegang.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jimhur Saros, Kodim 0829, Tokoh Masyarakat dan para anggota PKL, Rabu (7/10/2020).

Semua PKL bersorak. Mereka menilai, gejolak dua kubu hanya bisa diselesaikan oleh Jimhur.

“Hidup Jimhur, Hidup Jimhur. Ayo majukan lagi PKL di Bangkalan,” teriak Ibu-Ibu PKL di area stadion Bangkalan.

Perihal itu, Jimhur memberikan keterangan jika saat ini situasi PKL lagi kritis dan genting.

Jika dibiarkan, kata dia, akan menjadi masalah yang tidak terelakkan, meskipun kami yakin semua memiliki niat memajukan PKL.

“Demi mencegah keributan, kami ambil alih kekuasaan PKL secara de facto dan de jure, ini demi kebaikan bersama,” kata Jimhur pada wartawan.

Apapun polemiknya, kata Jimhur masih menjadi tanggung jawab kami, karena mulanya yang mendirikan PKL adalah dirinya.

“Dulu yang memiliki inisiatif bangun paguyuban PKL dan Pusat makanan rakyat itu adalah saya,” jelasnya.

Jadi ketika bermasalah, cara kami adalah menampung aspirasi dan inspirasi kedua kelompok tersebut.

“Saya yakin melalui pendekatan dari hati ke hati, masalah ini kami selesaikan. Kekerasan tidak bisa dilawan kekerasan. Kita terima aspirasi dan inspirasi PKL. Pointnya adalah kita ingin meningkatkan taraf hidup PKL di Bangkalan,” kata Jimhur.

Tak lain tujuan kami lagi, paguyuban PKL ini akan kami bentuk badan hukum agar legal.

“Jika sudah legal, kita berhak mendapat bantuan dari siapapun dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum juga,” tegasnya.

Terakhir misi beliau, menertibkan seluruh anggota PKL yang asal masuk.

“Harus taat administrasi semua. Taat hukum. Kita mengantisipasi terjadinya pungli. Jadi semua terdata nantinya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengurus dan anggota PKL di Stadion Bangkalan ada mosi tidak percaya pada ketua PKL (Fauzi.red).

Lantaran dirinya diduga tidak transparan dalam aliran dana sumbangan dan penarikan PKL.

Diterangkan oleh Kepala DLH Kabupaten Bangkalan, Anang Yulianto, jika retribusi sesuai perda bagi PKL hanya 2 Ribu per-bulan.

“Jumlah PKL di stadion ada 83 pedagang. Jika ada biaya lebih dari itu, itu adalah urusan PKL sebelumnya, karena mereka memiliki kebijakan sendiri,” ungkapnya.

Kebijakannya adalah, mereka memiliki petugas kebersihan sendiri, makanya ada penarikan lebih.

“Dari DLH Sendiri, sudah kami sediakan bak sampah setiap pedagang, tinggal kesadaran pedagang menjaga kebersihan,” paparnya.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: