Berikut 12 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2021 Versi FJN

Tak Berkategori

matamaduranews.comSURABAYA-Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) Jawa Timur melakukan refleksi Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dengan memberi pengharagaan kepada 12 tokoh muda nahdliyin yang menginspirasi anak muda NU.

12 Tokoh Muda berlatar nahdliyin ini dianggap FJN berprestasi dan menginspirasi anak-anak muda NU untuk maju.

Berikut 12 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur tahun 2021 versi FJN.

  1.  Emil Elestianto Dardak, Ph.D (Wakil Gubernur Jatim)
  2.  Anwar Sadad, S.Ag, M.Si (Wakil Ketua DPRD Jatim)
  3.  Eri Cahyadi, ST, MT (Wali Kota Surabaya)
  4.  KH Abdussalam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim)
  5.  Ahmad Muhdlor Ali, S.I.P (Bupati Sidoarjo)
  6.  Fandi Akhmad Yani, SE (Bupati Gresik)
  7.  Muhammad Al Barra, Lc, M.Hum (Wakil Bupati Mojokerto)
  8.  Mohammad Haerul Amri, SP, M.Pd (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor)
  9.  Fauzan Fuadi, S.I.Kom (Ketua F-PKB DPRD Jatim)
  10.  AKBP Rofiq Ripto Himawan, SIK, SH, MH. (Kapolresta Mojokerto)
  11.  Dewi Mariya Ulfa, ST (Wakil Bupati Kediri)
  12. Dr. Surokim Abdussalam (Dekan FISIB Univ Trunojoyo Madura)

Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin, Muhamad Didi Rosadi menjelaskan, parameter yang dipakai adalah nahdliyin dan muda. “Parameter utama kita, muda dan nahdliyin atau warga NU,” terang Kader GP Ansor ini.

Karena hanya menilai mereka yang berlatar NU, maka pada penghargaan tahun kedua ini, pihaknya sangat berbesar hati. Sebab, ada 12 tokoh yang tak sekedar berlatar belakang NU tapi juga santri. Bahkan ada yang levelnya sudah kiai muda seperti Gus Salam.

Pria yang akrab disapa Diday ini menambahkan, untuk syarat muda, pihaknya menjabarkannya lebih luas lagi. Karena itu, mereka yang terpilih tak sekedar muda secara fisik tapi juga penggerak dan pembina anak muda.

“Alhamdulillah, 12 tokoh muda nahdliyin. Termasuk Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan. Beliau ini polisi berlatar santri. Ia tak sekedar piawai mengungkap kasus kejahatan tapi juga pintar membaca kitab kuning. Ini patut kita apresiasi,” imbuh jurnalis Harian Bangsa ini.

Sementara itu, Purnawa Kromojoyo, jurnalis TV9 mengungkapkan, penghargaan ini bentuk apresiasi dari teman-teman jurnalis nahdliyin kepada para tokoh muda NU yang prestasinya bisa menginspirasi anak-anak muda NU untuk maju.

Ketua PP IPNU Bidang Kajian Sosial dan Politik ini membeberkan bahwa sejak mulai penilaian hingga pengumuman, pihaknya tidak ada komunikasi sama sekali dengan para penerima penghargaan.

Hal ini, katanya, untuk menjaga independensi dan kemandirian FJN. Bahkan teman-teman urunan untuk acara ini.

“Penghargaan ini murni apresiasi dari kami, lewat riset yang dilakukan secara internal. Kami tak mengklaim nama-nama ini yang terbaik tapi yang jelas mereka bisa menginspirasianak-anak muda,” pungkas alumnus UINSA Surabaya ini. (sindonews)

Komentar