Bupati Fauzi Bocorkan Kiat Memimpin Sumenep di Hadapan Mahasiswa FISIP UB Malang

matamaduranews.com-Salah satu kunci memimpin sukses itu membuat kebijakan untuk kemanfaatan bersama rakyat. Sehingga pada gilirannya, daerah yang dipimpin menjadi makmur dan kondusif.

Hal ini disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat mengisi kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) Malang, Jumat (02/09/2022).

Bupati Fauzi mengenalkan Blangkon Khas Sumenep saat mengisi kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang.

Kuliah tamu itu digelar di Auditorium Nuswantara Gedung B, lantai 7, FISIP UB.

Di tempat itu, Bupati Fauzi menjabarkan tentang seni memimpin yang merupakan langkah dan taktik dalam mengelola sebuah organisasi atau kelompok.

Kata Fauzi, kebijakan seorang pemimpin adalah aktualisasi keindahan dari seni memimpin.

Menurut Fauzi, kepekaan seorang pemimpin merupakan kunci utama untuk menangani masalah secara cepat dan memberikan kebijakan secara tepat. Meminalisir mudharat dan mengutamakan asas kemanfaatan bersama untuk rakyat adalah salah satu dari kunci membuat kebijakan dengan tepat.

“Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu tidak langsung disetujui masyarakat. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Misal isu yang lagi hangat tentang kenaikan BBM,” tambah Fauzi seperti dalam rilis yang diterima Mata Madura.

Terkait rencana pemerintah untuk menaikkan BBM, lanjut Fauzi itu bagian dari cara menyelamatkan negara dari resesi ekonomi global. Meski di sisi lain ada banyak masyarakat yang belum siap.

BACA JUGA :  Wow, Pengadaan 100 Ribu Lembar Blangko KK di Dispendukcapil Bangkalan Dilelang Rp 450 Juta

Dalam seni memimpin sebuah pemerintahan, kata Fauzi tidak jauh beda dengan memimpin sebuah organisasi. Hanya saja dalam pemerintahan lebih kompleks.

“Semua permasalahan rakyat atau masyarakat kita harus pikirkan. Mulai dari masalah ekonomi, budaya, pendidikan, sosial, hukum, HAM, dan semacamnya. Hal paling besar hingga yang paling kecil semua ada di pemerintahan,” ucapnya.

Fauzi mengungkapkan, seorang bupati (pemimpin) harus memiliki kekuasaan penuh atas setiap kebijakan yang dikeluarkan.

Bupati Sumenep
Foto bersama usai mengisi materi di acara kuliah mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya Malang.

Kendati demikian, aspirasi publik merupakan hal utama yang mesti diramu menjadi sebuah keputusan akhir.

“Bukan berarti kita senaknya saja. Bukan, kekuasaan penuh itu segala hal baik dan yang kurang baik harus mampu kita kendalikan. Tentu dalam hal ini, budaya musyawarah bersama bawahan juga sangat penting. Intinya kita bersama-sama melayani,” ujarnya.

Kondusifitas Sosial

Fauzi mengatakan, Kondusifitas sosial adalah tolak ukur seorang pemimpin mampu mengatur dan membangun daerahnya.

“Apabila kalian nanti ditakdirkan menjadi seorang pemimpin, maka Anda harus mampu mengendalikan aspek sosial,” ucapnya.

Fauzi menegaskan, empat aspek penting yang harus disadari oleh seorang pemimpin, yang pertama yaitu hukum merupakan panglima setiap kebijakan. Kedua, seorang pemimpin harus bisa mengendalikan aspek sosial.

“Aspek ketiga adalah buatlah seni memimpin seindah mungkin. Keempat, setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak lepas dari kegiatan politik,” pungkasnya. (*)

Komentar