Bupati Fauzi Jalan Kaki Mendengar Curhatan Petani

matamaduranews.com-Sabtu 3 Desember 2022. Tak seperti biasa. Bupati Fauzi mengajak sejumlah ajudan dan tim Humas Pemkab Sumenep berolahraga pagi.

Dari rumah kediaman di Desa Torbang, Batuan, Sumenep. Bupati Fauzi berjalan kaki menelusuri jalanan desa. Melewati persawahan dengan jalanan yang becek dan berlumpur.

Tak peduli kaki dan sepatu mereka kotor. Bahkan Bupati Fauzi sempat membuka sepatu karena kemasukan air.

Di tengah jalan itu. Bupati Fauzi bertemu sejumlah petani yang sedang meladang di Desa Torbang.

Bupati Fauzi menyapa para petani yang berpapasan. Ada yang sungkan-sungkan, ada pula yang langsung bersalaman.

Separuh perjalanan, Fauzi menyapa seorang ibu petani yang siap meladang di pinggir sawahnya.

Mereka kemudian ngobrol. Petani itu bercerita soal pendapatannya sebagai petani sekaligus menaruh harapan kepada Fauzi.

“Semoga ibu dan keluarga diberi kesehatan, rejekinya semakin dimudahkan. Saya akan terus memperjuangkan seluruh warga Sumenep termasuk petani,” ujar Fauzi.

Kemudian Fauzi menjulurkan sebagian uangnya yang disimpan di kantong celana bagian kanan. Ibu itu sangat bahagia dan terlihat penuh syukur.

Perjalanan Fauzi bersama bawahannya terus berlanjut memasuki area persawahan Desa Torbang.

Fauzi kemabali berhenti dan menyapa ibu-ibu yang sedang menanam padi. Ada 6 orang tengah menanam padi dengan metode undur.

BACA JUGA :  Bupati Sumenep Usul Ada Menteri Ponpes, Begini Respon Presiden Jokowi

“Ibu maaf menggangu, bagaimana pekerjaannya apakah lancar,” sapa Fauzi dari pinggir sawah dengan setengah teriak.

Ibu-ibu tersebut sejenak diam memicingkan mata. Setelah melihat seksama siapa yang menyapa, mereka akhirnya berhenti dari pekerjaannya dan menepi ke pinggir sawah.

“Pak, ini kami sedang bekerja. Beginilah pak kalau petani bekerja, pagi-pagi Jam 5 sudah keluar dari rumah menuju ke sawah,” ucap salah satu dari mereka.

Fauzi kemabli bertanya soal kondisi mereka dan pekerjaan. “Tapi yang penting kalian tetap masih sehat dan lancar bekerja,” kata Fauzi.

“Kalian bekerja dibayar berapa ini,” tanya Fauzi.

“Bayaran kami Rp 35 ribu pak,” jawab mereka.

Fauzi kembali mengingatkan untuk bersyukur atas nikmat sehat dan masih diberi kemampuan untuk bekerja.

“Kami terus memperjuangkan kalian, kemarin saya sudah mengecek ketersediaan pupuk, insyaAllah ke depan pupuk lancar,” ujarnya.

“Kini Pemerintah Sumenep juga sudah menggratiskan biaya pengobatan baik di Puskesmas atau Rumah Sakit,” imbuh Fauzi.

Fauzi kembali berbagi rejeki dengan mereka dengan memberikan sebagian uangnya. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan.

Jarak tempuh olah ragi Fauzi dari dua desa tersebut mencapai 5,81 KM dengan durasi 1 jam 26 menit dan menghasilkan sekitar 5944 langkah. (*)

sumber: achmadfauzi.id

Komentar