Menu

Di Sapudi, Fattah Jasin-Kiai Fikri Naik Kuda Sebelum Acara Doa Bersama Kemenangan

Di Sapudi, Fattah Jasin-Kiai Fikri Naik Kuda Sebelum Acara Doa Bersama Kemenangan
Fattah Jasin dan KH Ali Fikri naik kuda didampingi Lora Ainul Yaqin sebelum mendatangi acara Doa Bersama Untuk Kemenangan yang diadakan jamaah Shalawat Nariyah, Selasa (15/9/2020).(matamadura.hadi)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Bakal Paslon Fattah Jasin-KH Ali Fikri tiba di Pulau Sapudi, Senin malam (14/9/2020).

Turun dari perahu yang membawa rombongan dari Pulau Raas, Fattah Jasin-Kiai Fikri langsung ziarah ke Asta Kakek Joko Tole, Panembahan Blingi di Pulau Sapudi.

Selasa pagi (15/9/2020), Fattah Jasin-Kiai Fikri melanjutkan ziarah ke Asta Adi Poday, Ortu Joko Tole di Desa Nyamplong.

Selasa sore, Fattah Jasin-Kiai Fikri datang ke acara Doa Bersama untuk Kemenangan Fattah Jasin-KH Ali Fikri di Pilkada Sumenep 2020 yang digelar kelompok Shalawat Nariyah yang dimotori oleh Geslim, pimpinan Lora Ainul Yaqin.

Sebelum tiba di acara doa bersama, Fattah Jasin dan Kiai Fikri menaiki kuda yang didampingi oleh Lora Yaqin.

Panitia dari parpol koalisi dan relawan sengaja menyiapkan tiga kuda untuk dinaiki oleh Fattah Jasin dan Kiai Fikri.

Menurut panitia, kuda sebagai simbol kemenangan yang akan diraih oleh pasangan Fattah Jasin-Kiai Fikri yang membawa tagline Sumenep Barokah dalam Pilkada Sumenep, 9 Desember mendatang.

“Kuda merupakan simbol kemenangan. Seperti Joko Tole yang berhasil menaklukkan panglima perang dari negeri China,” cerita Jamal Riyadi, salah satu relawan yang berinisiatif menyediakan kuda untuk dinaiki bakal Paslon Fattah Jasin-Kiai Fikri saat tiba di Pulau Sapudi, kepada Mata Madura, Selasa sore.

Menurut Riri-panggilan akrab Jamal Riyadi, Arya Kuda Panoleh, merupakan kisah kuda sakti milik Joko Tole yang membantu kemenangan dalam memerangi pasukan China saat menjajah Sumenep.

Seperti diketahui, Joko Tole merupakan cucu dari Pangeran Saccadiningrat, seorang Raja Sumenep di sekitar abad ke-13 Masehi. Joko Tole lahir dari rahim putri Saini atau Raden Ayu Potre Koneng, putri sang Raja Sumenep.

Dalam kisah orang Sumenep, kehamilan Potre Koneng lewat pertemuan ghaib dengan Adi Poday saat bertapa di Gua Payudan.

Saat acara doa bersama di Pulau Sapudi itu, Fattah Jasin dan Kiai Fikri dielu-elukan oleh sekitar 3 ribu jamaah Shalawat Nariyah.

Terlihat emak-emak jamaah Shalat Nariyah yang menyatakan ikrar setia untuk mendukung Gus Acing-Mas Kiai karena dipilih oleh gurunya, KHR Kholil As’ad Situbondo.

Ponapa sampean bekal aobe manabi aparenge obeng sajuta? (Apakah sampean akan berubah pilihan jika diberi uang satu juta rupiah),” tanya Kiai Fikri dari atas panggung kepada jamaah muslimat.

Secara koor, mereka menjawab, “tidak…,”

Fattah Jasin dalam sambutan mengaku terharu melihat keikhlasan jamaah Shalawat Nariyah yang hadir.

“Apabila saya ditakdirkan jadi Bupati Sumenep. Saya bersama Kiai Fikri akan melestarikan shalawat nariyah dan akan memperhatikan para guru madrasah serta ingin memakmurkan desa dan meratakan pembangunan. Nanti tak akan ada lagi perbedaan pembangunan kepulauan dan daratan,” terang Fattah Jasin berapi-api.

Selain itu, Fattah Jasin juga memaparkan program Sumenep Barokah yaitu memaksimalkan potensi ekonomi Pulau Sapudi demi mewujudkan kemakmuran warga.

Usai acara doa bersama kemenangan, Fattah Jasin-Kiai Fikri mendatangi pertemuan di Kecamatan Nonggunong.

Selama di Pulau Sapudi, Fattah Jasin-Kiai Fikri mendatangi sepuluh pertemuan bersama warga, relawan dan parpol koalisi.

Fattah Jasin dan Kiai Fikri juga bertemu dengan warga Muhammadiyah Gayam.

Para sespuh Muhammadiyah menyambut hangat kedatangan Fattah Jasin dan Kiai Fikri.

Dalam pertemuan itu, Gus Acing dan Mas Kiai memaparkan program Sumenep Barokah untuk memakmurkan desa dan meratakan pembangunan.

Setiap pertemuan, Fattah Jasin menjelaskan keinginan menurunkan anggaran dari APBD Sumenep sebesar Rp 300 juta per desa per tahun untuk membantu pembangunan di desa selain Dana Desa dan ADD.

Seperti biasa, setiap pertemuan. Para ibu-ibu yang ikut hadir berebut untuk berswafoto dengan Fattah Jasin dan Kiai Fikri.

Bahkan, saat menuju pelabuhan, para emak-emak dan relawan ikut setia mengantar Fattah Jasin dan Kiai Fikri.

Hadi, Mata Madura.

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: