Menu

Dibangun Puluhan Miliar, 15 Tahun Bangunan PPI di Sampang Mangkrak

Dibangun Puluhan Miliar, 15 Tahun Bangunan PPI di Sampang Mangkrak
Bangunan PPI yang berlokasi di Camplong Sampang selama 15 tahun mangkrak. (matamadura.jamal)
Link Banner

matamaduranews.comSAMPANG-Sudah 15 tahun Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang berlokasi di Kecamatan Camplong, Sampang tidak berfungsi alias mangkrak.

Biaya yang menelan puluhan miliar rupiah ini belum bisa dinikmati oleh para nelayan Camplong.

Informasi yang dihimpun Mata Madura, PPI itu dibangun pada tahun 2005 dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar.

Hingga tahun 2021, keberadaan PPI masih tidak berfungi sebagaimana visi awal dibangun.

Yang tersisa hanya bangunan dan sebuah nama di pintu masuk PPI.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sampang, Wahyu Prihartono mengatakan, PPI yang ada di Desa Camplong merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Tahun 2017 sudah kita serahkan ke Pemprov Jatim. Jadi untuk pengelolaan sepenuhnya milik Pemprov,”katanya (2/3/2021) kepada Mata Madura.

Kabupaten Sampang mendapatkan apa?

Meski begitu, kata Wahyu-Kabupaten Sampang bisa mengambil jasa timbangan ikan yang masuk. Sedangkan untuk Parkir Kapal besar menjadi hak pengelola Pemprov Jatim.

Selain itu, di dalam PPI itu ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Tapi selama PPI belum berfungsi maka TPI juga belum bisa berfungsi, nanti kita akan melakukan kerjasama dengan Pemprov,” ungkapnya.

Kenapa Belum Berfungsi?

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan bahwa PPI Camplong akan dijadikan Penyangganya Mayangan Probolinggo oleh Premprov Jatim.

“Karena di daerah sana sudah overload, sedangkan Pemprov membutuhkan Penyangganya, dari sekian daerah cuman PPI Camplong yang lebih tepat,” ujarnya.

Adapun penyangganya Mayangan sebagaimana dibutuhkan oleh Pemprov untuk pendaratan kapal beratnya 100 GT sedangkan untuk sekarang di darati Kapal beratnya hanya dibawah 10 GT

“Karena ada pendangkalan, ini mau dikeruk atau diperbesar lagi, sehingga kapal-kapal besar nantinya bisa masuk,”tambah Wahyu.

Masterplan untuk pembangunan sudah dibuat oleh provinsi. Hanya, tambah Wahyu- rencana bangun di tahun 2020 batal karena dananya masuh direfocusing akibat pandemi covid-19. Sehingga pembangunan diundur.

“Rencananya akan dibangun dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp 32 miliar, karena kendala pandemi uangnya ditarik lagi untuk Covid-19,”tandasnya,

Jamal, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: