Menu

Dua Orang Istimewa Saksi Pernikahan Putri Kedua Bupati Sumenep

Dua Orang Istimewa Saksi Pernikahan Putri Kedua Bupati Sumenep
SAH: Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim (songkok putih), Menteri Gus Halim (pakai batik), Ustadz Yusuf Mansur (masker putih) dan mempelai pria Bayuda Luqman Al-Farisi berdoa usai akad nikah, Sabtu (28/11/2020) pagi. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Liziyannida, putri kedua Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim menikah. Putri pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyyah Beraji, Gapura itu menjalin ikatan suci dengan Bayuda Luqman Al-Farisi, pemuda asal Kecamatan Bluto.

Akad nikah dilangsungkan di komplek Pondok Pesantren Al Karimiyyah Beraji, Sabtu (28/11/2020) pukul 08.00 WIB.

Peristiwa sakral itu terbilang istimewa. Pasalnya, yang menjadi saksi pada prosesi akad nikah Lizy dan Yuda di antaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Ustadz Yusuf Mansur.

Istimewanya lagi, yang mempimpin doa pada pernikahan putri kedua Bupati Busyro itu adalah dua ulama besar Jawa Timur, yakni KH Asep Syaifuddin Chalim Pengasuh Amanatul Ummah Pacet, dan KH Muqsith Idris, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep.

“Salah satu agenda saya datang ke Kabupaten Sumenep memang untuk menghadiri pernikahan putri Bupati Sumenep Kiai Busyro,” kata Gus Halim, sapaan akrab Menteri Desa PDTT Republik Indonesia itu.

Berhubung pernikahan tersebut dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka semua rangkaian kegiatan mulai dari akad nikah hingga resepsi berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Setiap undangan yang datang dilakukan cek suhu tubuh, tanpa kontak fisik, dan menjaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, serta tanpa jamuan makanan di tempat.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: