Menu

Fakta Baru: Sebelum Dibunuh, Korban Diancam Karena Dituding Jadi Informan Narkoba

Fakta Baru: Sebelum Dibunuh, Korban Diancam Karena Dituding Jadi Informan Narkoba
Herman Finanda, salah satu keluarga korban-menolak jika latar belakang pembunuhan di depan Indomaret Arosbaya itu dilatarbelakangi persoalan asmara. Dia kurang yakin karena ada dendam dengan persoalan yang urgent. (matamadura.syaiful)

matamaduranews.comBANGKALAN-Teka teki latar belakang rencana pembunuhan Arosbaya, Bangkalan, beberapa waktu lalu-mulai terkuak fakta baru.

Selain pengakuan pelaku WG yang sengaja membunuh SFW yang dibantu saudara sepupunya dan teman saudaranya-karena sakit hati atas perbuatan korban yang diduga berselingkuh dengan ibunya.

Pernyataan Herman Finanda, salah satu keluarga korban-sebelumnya menolak jika latar belakang pembunuhan yang bikin geger warga Bangkalan itu dilatarbelakangi persoalan asmara.

“Kalau misalkan (dugaan) asmara, kami kurang yakin. Itu ada kemungkinan ada dendam dengan persoalan yang urgent,” ucap Herman kepada Mata Madura, beberapa waktu lalu.

Terbaru, fakta yang menyulut pembunuhan SFW di depan Indomaret Arosbaya mulai bocor ke publik.

Mata Madura mendapat kiriman voice note korban sebelum dibunuh yang dikirim korban ke keluarga dekat korban, begini isinya :

“Engkok lain areh moleah. Dungeng che’ santa’eh. Engkok esanggu nge-SP-agih S ke polisi. Padahal engko’ tak kenal sekaleh ke polisi. Ngoca’ matenah engkok S riah. Deddi engkok moleah. Kakeh jhe’ ro’ noro’. Pantau dheri jeunah beih,” (Lain hari saya mau pulang. Banyak orang membicarakan saya. Saya dituduh membocorkan peredaran narkoba ke polisi. Padahal saya tidak kenal ke polisi. S (pelaku.red) ngancam akan membunuh saya. Jadi saya mau pulang. Jangan ada yang ikut-ikut. Pantau dari jauh saja),”.

Isi voice note SFW, korban pembunuhan Arosbaya-sengaja disampaikan via aplikasi WhatsApp kepada salah satu keluarganya sebelum insiden berdarah.

SFW memang lahir di Katol Barat, Geger, Bangkalan, 51 tahun lalu. Korban menikah dengan Siti, wanita asal Tuban. SFW sudah lama berdomisili di Tuban.

Pekerjaan SFW pun ada di Tuban. Bekerja sebagai pengusaha ayam potong.

Seminggu sebelum pembunuhan menimpa dirinya. SFW sempat bercerita langsung kepada sang istri soal ancaman akan dibunuh oleh seseorang inisial A.

Siti mengaku sudah lama suaminya sering jadi fitnahan orang. Setiap ada masalah sang suami selalu cerita pada Siti. Jadi Siti mengerti apa yang menjadi keluhan sang suami sejak akhir bulan 2020.

Katanya, sang suami sempat diancam oleh salah satu otak pelaku untuk dibunuh. Gegaranya SFW dituding menjadi informan narkoba kepada polisi tentang bandar dan peredaran Narkoba di Bangkalan.

Ancaman tersebut disampaikan pelaku melalui telepon kepada SFW.

Korban dituding membocorkan inisial S sebagai pengedar narkoba.

“Padahal cerita suami saya. Sama polisi saja dirinya tidak kenal. Dia sampai sumpah-sumpah sama saya. Jika masalah informasi Narkoba, itu tidak benar,” ungkap Siti pada Mata Madura melalui via telepon. Minggu (14/3/2021).

SFW menganggap yang mengancam masih dari keluarga sendiri inisial A. Sehingga ancaman itu dianggap tak serius.

Meski banyak ancaman SFW ketakutan untuk bercerita ke sang istri.  Selain SFW merasa tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun. Yang mengancam masih dari keluarganya.

Kendati diancam, korban tidak melapor ke pihak yang berwenang. “Gak berani lapor ke polisi hanya cerita ke saya saja,” kata sang istri, Siti.

Seperti diketahui, SFW dibunuh di depan Indomaret Arosbaya saat hendak pulang ke desanya di Katol Barat, Gegger, Bangkalan.

Di perjalanan sebelum tiba ke desanya. Korban mampir ke Indomaret Arosbaya hingga terjadi pembunuhan.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: