Menu

Fattah Jasin Tanpa Wakil

Fattah Jasin Tanpa Wakil
Link Banner

Catatan: Hambali Rasidi

matamaduranews.com-Nama Fattah Jasin mulai populer. Banyak orang yang sudah membicarakannya. Di rumah-rumah warga dan cafe ke cafe.

Di kantoran juga terdengar perbincangan Fattah Jasin. Mereka salih bersahutan ketika menyebut nama Gus Acing-panggilan akrab Fattah Jasin.

Fattah Jasin disebut sebagai Bakal Calon Bupati Sumenep. “Sudah final,” terdengar perbincangan kelompok pemuda di warung Kolare.

Para pendukung Fattah Jasin itu meyakini banyak Parpol yang akan memberi rekom pencalonannya sebagai Calon Bupati Sumenep di KPU kelak.

Bagi saya pribadi, Fattah Jasin sudah tak menarik dibahas dari perspektif rekom Parpol. Toh urusan rekom itu ranah DPP masing-masing Parpol peraih kursi di DPRD. Orang lokal Sumenep hanya iseng meramaikan. Finalnya, rembukan para elit DPP.

Saya menarik untuk menakar kekuatan Fattah Jasin apabila ingin jadi pemenang Pilkada Sumenep 2020. Dan melirik kemungkinan siapa yang bakal jadi wakilnya saat daftar di KPU kelak.

Saya menyimpulkan kekuatan Fattah Jasin bukan di wakilnya untuk jadi pemenang. Siapa pun yang jadi wakil Fattah Jasin, tak akan berpengaruh.

Itu kesimpulan saya.

Kenapa? Pertama, Fattah Jasin bukan sosok yang begitu populer dan juga bukan sosok yang begitu punya banyak pengikut setia.

Nama Fattah Jasin mulai banyak dikenal masyarakat berkat kerja tim yang mencapai ribuan. Gambar-gambar Fattah Jasin masuk ke pelosok-pelosok setelah tim-tim itu menyebar gambarnya.

Fattah Jasin banyak dikenal. Tapi tak banyak disukai. Elektabilitas Fattah Jasin masih rendah. Jauh diambang batas aman.

Kedua, jaringan Fattah Jasin tak ada. Kecuali jaringan tim yang direkrut. Tim sewaan. Ditambah jaringan pertemanan dan keluarga.

Jaringan keluarga dan temannya terbatas daya jangkaunya jika berhadapan kekuatan buldozer lawannya, nanti.

Ketiga, Fattah Jasin melawan kekuatan besar. Incumbent dan kapital (Ach. Fauzi dan MH Said Abdullah). Ditambah kekuatan Nyai Eva.

MH Said Abdullah dan Nyai Eva merupakan dua kekuatan yang menyatu; jaringan dan kapital dimiliki oleh Paslon Fauzi-Eva yang kabarnya akan didukung koalisi PDI-P Gerindra dan Hanura.

Keempat, nama yang santer sebagai wakil Fattah Jasin ada tiga. 1. Ra Mamak (Ketua DPC PPP Sumenep). 2. Ra Fikri (Pengasuh Ponpes Annuqayah daerah Lubangsah dan juga kakak Ra Mamak) 3. Hairul Anwar (Pengusaha dan Ketua BM PAN Sumenep).

Di antara tiga nama di atas diambil sebagai Wakil Fattah Jasin, masih  belum mampu melampaui kekuatan Paslon Fauzi-Eva.

Dari sini, Fattah Jasin ‘tewas’ sebelum penetapan Paslon di KPU.

Namun, di balik kelemahan Fattah Jasin ada kekuatan yang bisa mengalahkan Paslon Fauzi-Eva.

Apa itu? Kekuatan mesin partai. Jika benar mesin partai koalisi bergerak. Suara Fattah Jasin bisa di atas 400 ribu suara. Paslon Fauzi-Eva bisa hanya raih 200 ribu-an suara.

Di partai koalisi itu, ada suara Iskandar dan Caleg Demokrat di DPRD Sumenep. Ada suara Malik Effendi dan suara Caleg PAN. Ditambah suara PKB dan PPP jika benar menyatu mengusung Fattah Jasin sebagai Cabup.

Termasuk suara Caleg PKS, Nasdem dan PBB yang kabarnya juga akan merapat dengan Fattah Jasin.

Akhir kata.

Fattah Jasin tanpa wakil pun bisa jadi pemenang di Pilkada Sumenep 2020. Asal mampu menggerakkan mesin partai koalisi.

Struktur partai dan suara Caleg. Itulah jaringan suara sejati.

Pertanyaan sekarang. Bagaimana cara menggerakkan segala komponen mesin partai. Termasuk eks Caleg gagal yang memiliki basis suara?

Jawaban ada dirumus ini. Jaringan+kapital= kekuasaan.

Jika Fattah Jasin masih butuh tambahan kapital. Lebih tepat menggandeng wakil yang memiliki  kapital meyakinkan dan sosoknya diterima oleh Parpol koalisi.

Itu jika kekuasaan ingin direbut, Gus….

Pesona Satelit, 24 Maret 2020.

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: