Menu

Gus Miftah Usul Nama Dolly Diubah Jadi Alfadholi, Tokoh Dolly Tidak Sepakat

Gus Miftah Usul Nama Dolly Diubah Jadi Alfadholi, Tokoh Dolly Tidak Sepakat
Gus Miftah dan Wahyu Cahyonegoro. (Foto/Istimewa)
Link Banner

matamaduranews.comSURABAYA-Dai tenar, KH Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengusulkan agar nama Dolly diubah jadi Alfadholi. Usulan itu ia sampaikan pada acara NU Peduli Warga Dolly, Rabu (09/10/2019) lalu di eks lokalisasi Dolly.

Menanggapi usulan Gus Miftah, tokoh masyarakat Dolly, Wahyu Cahyonegoro menyampaikan bahwa perubahan nama tersebut tidak perlu.

“Kami masyarakat Dolly mengucapkan terima kasih atas tausiyah Gus Miftah di eks lokalisasi Dolly kemarin. Namun, mengenai usulan beliau tentang perubahan nama Dolly menjadi Alfadholi kami nilai tidak perlu,” ungkapnya, Jumat (11/10/2019).

Wahyu menyebut substansi Dolly saat ini adalah tradisi wisata dan tradisi entertainment. Sejarah kawasan Dolly dari masa ke masa memang penuh dengan nuansa wisata dan hiburan, hingga akhirnya pernah terpeleset menjadi pusat hiburan seksual.

“Pada saat menjadi sentra wisata seksual, Dolly mampu mendatangkan ribuan wisatawan setiap harinya. Setelah Wisata seksual Dolly ditutup, maka perekonomian warga eks Dolly menjadi buruk,” ujar Ketua Dolly English Club itu.

Makanya, warga Dolly selama ini berjuang untuk membangun kembali Dolly sebagai ikon wisata. Tapi diubah dari wisata prostitusi menjadi wisata budaya dan edukasi murah ramah.

“Dari sekian banyak karya nyata yang telah kami lakukan untuk Dolly, kami percaya bahwa kerja strategis dan nyata jauh lebih penting daripada hal-hal seremonial walaupun populis. Kami lebih memilih langkah konkret substantif, karena memang itulah yang lebih signifikan untuk masyarakat eks lokalisasi Dolly,” tutur Wahyu.

Ketua Jaringan Solidaritas Masyarakat Membangun Nusantara Hebat (Jasmerah) itu, yakin dengan kesabaran dan konsistensi, eks lokalisasi Dolly-Jarak akan mampu menjadi magnet untuk ribuan visitor tiap harinya. Bahkan bisa melebihi saat wisata prostitusi masih buka.

“Jadi, matur nuwun Gus Miftah, biarkanlah nama Dolly tetap Dolly, tidak perlu berubah jadi Alfadholi atau Alcahyo atau Alfirman misalnya. Biarlah nama Dolly tetap menjadi daya tarik pengunjung, tapi ketika mereka tiba di Dolly yang mereka jumpai bukan lagi  tempat prostitusi, tapi tempat edukasi dan persemaian budaya khas Jawa Timuran,” pungkas Wahyu.

Hadi, Mata Surabaya

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Budaya

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional