Habib Zen bin Umar bin Sumaith, Dzurriyah Nabi SAW Yang Juga Mustasyar PBNU

matamaduranews.comInnalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Duka mendalam menyertai keluarga besar alawiyyin, pengurus Rabithah Alawiyah dan PBNU. Habib Zen bin Umar bin Sumaith, Dzurriyah Nabi SAW yang juga Mustasyar PBNU, wafat pada hari Rabu (10/08/2022).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bertakziah ke rumah duka Habib Zen bin Umar di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Kapolri Listyo bertakziyah pada Kamis (11/08/2022). Gubernur Anies kenang saat sang Habib menghadiri pernikahan anaknya pada tanggal 29 Juli lalu. Dan

kebersamaan Anies dengan Habib Zen bin Umar bin Sumaith saat masih hidupnya. Salah satunya saat makan bersama ulama karismatik tersebut.

“Semua kenangan bersama itu berputar kembali. Dari kenangan bersama di acara-acara yang tak terhitung banyaknya, sampai keramahannya jika kami majlis di ruang tamu rumahnya sambil sarapan pagi dengan roti mariam, madu, dan kopi jahe,” jelas Anies seperti dikutip dari Instagram @aniesbaswedan Kamis, 11 Agustus 2022.

Kapolri Listyo bertakziyah ke rumah duka dengan memberikan penghormatan terakhir untuk Almarhum dan pihak keluarga.

“Dalam kesempatan ini, saya bertujuan untuk memberikan penghormatan sekaligus mendoakan almarhum. Serta, sedikit berbincang dengan keluarga untuk menyampaikan ucapkan belasungkawa,” tutur Sigit saat takziah ke rumah duka Habib Zen Bin Umar, seperti dikutip hlifestyle.hallo.id.

Sekilas Habib Zen bin Umar

Habib Zen termasuk dalam Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027. Ia memiliki marga Sumaith, karena penyebutan yang cukup sulit, akhirnya marga Sumaith lebih dikenal dengan Smith.

BACA JUGA :  Ketika Syaikhona Kholil Bangkalan "Tertawa dalam Shalat"

Ayahnya adalah Habib Umar bin Smith. Salah satu ulama besar di Jakarta. Dengan dukungan lingkungan yang religius, Habib Zen sudah menimba ilmu agama sejak kecil.

Dzurriyah Nabi ini sering diajak ayahnya berkunjung ke ulama-ulama besar. Selain untuk berziarah dan bersilaturahim, Habib Zein juga diajak untuk mendapatkan ilmu dari para ulama yang didatanginya.

Ia juga pernah menjadi ketua umum Rabithah Alawiyah yang merupakan organisasi yang menaungi para keturunan dari Nabi Muhammad Saw di Indonesia.

Organisasi ini sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka yang sebelumnya bernama Perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah. Kini setelah bersalin nama menjadi Rabithah Alawiyah. Kantor ada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Selain itu, Habib Zen juga bergabung dengan NU dan menjadi salah satu nama besar, bagian dari Mustasyar PBNU.

Habib Zein mengisi Mustasyar PBNU bersama dua Habib lainnya seperti Habib Luthfi Bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah dan AGH Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka.

Sebelumnya juga, pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendengar Habib Zen sakit. “Maka hari Senin malam menjenguk ke rumah sakit. Mendengar update medis dari anak beliau Habib Umar bin Zen dan dari dokter yang merawat tentang kondisinya,” katanya.

“Lalu semalam, Rabu petang berita duka itu datang. Kami tertegun. Habib Zen bin Umar Sumaith wafat. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujarnya. (*)

Komentar