Wuih, 12 Kursi DPRD Sumenep Bakal ‘Disulap’ Untuk PDIP di Pileg 2024. Begini Respon PKB Sumenep

matamaduranews.com5 Kursi PDI-P di DPRD Sumenep hasil Pileg 2019 bakal ‘disulap’ menjadi 12 kursi pada Pileg 2024.

MH Said Abdullah-paman Bupati Sumenep Achmad Fauzi-menggelorakan rencana cita-cita itu saat memberi sambutan waktu melantik DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) se-Madura yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Bindara Saod, Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Karuan saja. Pernyataan Ketua Badan Anggaran DPR RI ini, disambut gemuruh tepuk tangan kader-kader banteng yang menyesaki ruangan Islamic Center, Bindara Saod.

MH Said Abdullah yang kini didapuk Ibu Megawati sebagai salah satu pengurus harian DPP PDIP punya alasan mendasar tambahan kursi PDIP di DPRD Sumenep.

“Orang nomor satu di Sumenep saat ini dijabat kader PDI Perjuangan, bahkan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan  dari Sumenep. Tak wajar jika kursi legislatif hanya 5 kursi. Untuk pemilihan legislatif mendatang, Sumenep minimal 12 kursi,” tegas MH Said kepada wartawan usai acara pelantikan DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) se-Madura di Islamic Center, Bindara Saod, Batuan, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Selain target 12 target kursi DPRD untuk PDIP Sumenep pada Pileg 2024. MH Said juga memasang target tambahan suara di DPRD Bangkalan dan DPRD Sampang.

Khusus DPRD Pamekasan yang nihil kursi. MH Said Abdullah pasang target 4 kursi PDIP di DPRD Pamekasan.

“Kabupaten Sumenep minimal mencapai 12 kursi, Pamekasan 4 kursi, Sampang 4 kursi dan Bangkalan 10 kursi. Saya berharap itu terpenuhi semua,” ungkap Sultan Sumenep ini.

Bila keinginan itu tidak terpenuhi, MH Said berjanji akan mengganti Ketua DPC PDI-P.

Jika berhasil memenuhi target minimum, MH Said menggaransi tidak akan mengganti.

“Saya akan ganti Ketua DPC nya jika tidak terpenuhi. Jika terpenuhi, tidak akan diganti,” kata MH Said mengakhiri pernyataannya.

BACA JUGA :  Akhirnya KPUD Bangkalan Tetapkan Ra Latif Sebagai Bupati Bangkalan Periode 2018-2023

Target 12 kursi DPRD Sumenep untuk PDI-P tentu menjadi ancaman bagi PKB yang sejak 1999 menguasai kursi DPRD Sumenep.

Lima kali Pemilihan legislatif digelar. Posisi Ketua DPRD Sumenep diisi dari anggota Fraksi PKB.

Sekedar diketahui, hasil Pileg 2019. PKB meraih 10 kursi DPRD Sumenep. Sedangkan PDI-P meraih 5 kursi DPRD Sumenep.

Saat Pilkada Sumenep 2020. Ketua DPC PDIP Sumenep Achmad Fauzi terpilih sebagai Bupati mengalahkan Calon Bupati yang diusung PKB-PPP.

Jabatan Bupati Sumenep yang diisi kader banteng ini menjadi wacana perubahan peta politik Sumenep pada Pileg 2024.

Di tengah diskursus perubahan politik Sumenep, MH Said Abdullah yang dikenal sebagai Sultan Sumenep tanpa aling-aling memasang target minimal 12 kursi PDI-P di DPRD Sumenep dari hasil Pileg 2024.

Lalu, bagaimana respon DPC PKB Sumenep atas target 12 kursi DPRD Sumenep untuk PDI-P?

Sekretaris DPC PKB Sumenep, Dul Siam menanggapi secara normatif atas target raihan suara PDIP yang digelorakan Ketua DPP PDIP MH Said Abdullah untuk Pileg 2024.

PKB merespon santai target minimal yang digelorakan orang kepercayaan Ibu Megawati ini.

Kata Dul Siam, PKB Sumenep cukup berpikir realistis untuk Pileg 2024.

“PKB realistis saja, PKB akan berusaha mempertahankan jumlah kursi yang ada,” terang Dul Siam kepada Mata Madura, Minggu siang 14 Agustus 2022.

Langkah untuk mempertahakan 10 kursi PKB di DPRD Sumenep. Kata Dul Siam ada beberapa langkah strategis partai yang tak bisa dibocorkan ke publik.

Secara normatif kepartaian, kata Dul Siam, pengurus DPC PKB Sumenep
kerap melakukan konsolidasi internal dengan penataan struktur partai dari tingkat ranting, pengurus anak cabang (PAC) sampe DPC.

“Termasuk melakukan roadshow ke para masyayikh, kiai dan sejumlah ulama’ NU-PKB Sumenep,” pungkas Dul Siam. (*)

Komentar