Heboh, Makam Waliyullah di Bangkalan Digali Orang Asing

matamaduranews.comBANGKALAN-Warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura, Minggu (2/8/2020) malam heboh.

Penyebabnya, makam waliyullah yang dikeramatkan warga Desa Durjan, Kokop itu, digali seukuran tangan manusia dewasa (sejengkal tangan) oleh orang tak dikenal (asing).

Makam waliyullah yang dikeramatkan banyak orang itu dikenal dengan Bhuju’ Bukek. Warga menganggap Bhuju’ Bukek sebagai asta sesepuh Desa Durjan.

Tak sedikit warga sekitar yang berziarah. Termasuk warga luar kecamatan dan Kabupaten Bangkalan yang datang untuk berziarah.

Nah..kejadian Minggu malam itu menyentak banyak warga.  4 orang asing yang mengaku dari Sampang tiba-tiba menggali makam yang dikeramatkan warga.

Akibatnya, banyak warga Durjan marah dan hendak menghakimi 4 orang asing itu. Bahkan ada warga yang bawa celurit.

Rohman, salah satu warga Desa Durjan ikut menyaksikan amarah warga. Saat dihubungi Mata Madura via telpon menjelaskan, penggalian area tengah Bhuju’ Bukek dimulai sejak Minggu sore, setelah shalat ashar.

Kata Rohman, 4 orang asing itu kepergok warga saat malam, usai shalat isya’.

Heboh, Makam Waliyullah di Bangkalan Digali Orang Asing
Bhuju’ Bukek yang dikeramatkan. (foto:wikimadura)

 

“Saat itu ada yang berziarah di bhuju’ (makam waliyullah, red). Saat melihat lubang di antara pusara bhuju’, peziarah langsung memberi tahu ke warga desa yang lain bahwa ada orang yang menggali Bhuju’ Bukek. Seketika banyak warga desa yang datang ke lokasi,” cerita Rohman, Minggu malam.

BACA JUGA :  Kronologi Laka Kapal Penyeberangan Talango-Kalianget Sumenep, 11 Penumpang Kecebur ke Laut. 7 Motor Hilang

Melihat banyak warga datang, ada warga yang berinisiatif untuk mengamankan 4 orang asing itu ke salah satu rumah warga yang tak jauh dari Bhuju’ Bukek.

“Bersyukur ada yang berinisiatif untuk mengamankan. Seandainya tak diamankan, amarah warga langsung diluapkan ke 4 orang asing yang menggali bhuju’,” terang Rohman.

Di tengah kehebohan itu, Abah Durjan-Kades Durjan menemui kerumunan warga. Pak Kades minta kepada warga agar membubarkan diri.

Hingga Minggu tengah malam, kerumunan warga masih bertahan di sekitar Bhuju’ Bukek. Sebagian warga bertahan di rumah warga yang menjadi tempat persembunyian 4 orang asing itu.

“Informasinya, 4 orang asing itu dari Sampang. 2 perempuan dan anak kecil,” ucap Rohman.

Saat terjadi kerumunan warga, belum terlihat aparat kepolisian yang datang untuk membubarkan warga.

Kata Rohman, 4 orang asing itu menggali Bhuju’ Bukek setelah bermimpi ada pusaka di dalam Bhuju’ Bukek.

“Setalah ditanya warga, hasil dari galian itu ada bungkusan kain hitam,” tambah Rohman.

Hingga berita ini ditulis Senin dini hari, Abah Durjan-Kades Durjan belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Syaiful, Mata Madura

Komentar