Sumenep Barokah itu Artinya..

Tak Berkategori

matamaduranews.comSUMENEP-Sumenep Barokah adalah visi-misi pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep 2020-2024, RB Fattah Jasin dan KH Mohammad Ali Fikri A. Warits.

Visi-misi ini secara resmi sudah disampaikan Gus Acing dan Mas Kiai, panggilan akrab pasangan yang diusung PKB, PPP, Demokrat, NasDem, Hanura, dan Golkar tersebut, pada deklarasi Sabtu (1/08/2020) lalu.

Visi Sumenep Barokah adalah Memakmurkan Desa, Meratakan Pembangunan. Sedangkan misinya yang akan dilaksanakan ada 5 poin.

Baca Juga: Bersama 6 Partai, Gus Acing-Mas Kiai Fikri Deklarasi Cabup-Cawabup Sumenep 2020

Pertama, melakukan percepatan perbaikan dan peningkatan infrastruktur penunjang aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Kedua, meningkatkan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Ketiga, mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dalam berbagai bidang.

Keempat, mewujudkan masyarakat yang religius. Kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bagus dengan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Baca Juga: Resmi Deklarasi Maju Pilbup Sumenep 2020, Gus Acing-Mas Kiai Fikri Sampaikan Visi-Misi

Lalu apakah Sumenep Barokah itu?

“Sumenep Barokah itu artinya kekayaan alam yang dimiliki oleh Sumenep harus dinikmati dan untuk kesejahteraan masyarakat Sumenep,” jelas Gus Acing, Ahad (1/08/2020) siang.

Pembuatan visi-misi pasangan Sumenep Barokah, kata dia, akan mengacu pada 10 tahun ketika Kiai Busyro sudah berhasil membangun Sumenep, juga 10 tahun Sumenep dibangun oleh Kiai Ramdlan.

“Maka visi dan misi ini adalah rujukan mengembangkan yang sudah dilaksanakan Kiai Busyro dan Kiai Ramdlan,” ungkap Gus Acing.

Bersama Mewujudkan Visi-Misi “Sumenep Barokah”

Menurut pria yang berkarir selama 33 tahun di birokrasi itu, ada yang khawatir wakil bupati akan dijadikan “ban serep” jika pasangan calon Sumenep Barokah diberi takdir memimpin Kota Keris.

Namun, Gus Acing memastikan bahwa bupati dan wakil bupati memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga tidak akan ada cerita tumpang tindih ataupun yang mengungguli.

“Insyaallah dengan kami berpengalaman 33 tahun di birokrasi, bupati dan wakil bupati sudah ada dalam job discription bahwa wakil bupati itu pasti sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Beliau ketuanya, bukan bupati,” paparnya.

Wakil bupati, lanjut Gus Acing, pasti mengurusi kebijakan kesejahteraan rakyat. OPD-OPD di lingkungan Kesra, koordinasinya bukan ke bupati, karena wakil bupati adalah koordinatornya.

“Wakil bupati juga mengawasi OPD-OPD. Jadi pengawasan, ada di inspektorat dan lain sebagainya, pasti di bawah beliau,” tuturnya.

“Saya kira jangan terlalu khawatir. Satu kotak kami bersama Kiai Ali Fikri akan bersama-sama mewujudkan Sumenep Barokah,” tegas Gus Acing.

Rafiqi, Mata Madura

Komentar