Akhirnya, Penggali Makam Waliyullah di Bangkalan Dipulangkan

matamaduranews.comBANGKALAN-Setelah melalui musyawarah antar Kades, lima (bukan empat) warga Sampang yang menggali makam waliyullah yang dikenal Bhuju’ Bukek di Desa Durjan, Kokop, Bangkalan akhirnya dipulangkan pada Minggu dini hari (2/8/2020).

Kapolsek Kokop, Iptu Heru Triono, SH saat dikonfirmasi Mata Madura, menjelaskan, persoalan penggalian makam Bhuju’ Bukek diselesaikan antar Kepala Desa Durjan, Kokop dan Kepala Desa Birem, Tambelangan, Sampang-tempat asal lima warga yang menggali itu.

“Kedua Kades akan menghadap kami. Kelima orang penggali Makam Bhuju’ Bukek itu adalah warga Birem, Tambelangan, Sampang. Sedang lokasi makam (bhuju’) berada di Desa Durjan. Jadi Kedua Kades,  besok (selasa.red) akan menghadap kami untuk menyelesaikannya,” terang Iptu Heru, Senin (3/8/3030).

Kata Iptu Heru, pelaku penggali kubur sudah dipulangkan Minggu dini hari.  Kedua Kades sudah bertemu membicarakan pemulangan kelima warga yang menggali bhuju’.

Kasus penggalian bhuju’ akhirnya diselesaikan kedua belah pihak antara Kades Durjan dan Kades Birem.

“Kami (petugas Polsek Kokop, red) hanya diminta untuk mengamankan takut ada kesalahpahaman warga. Pak Kades Durjan dan Kades Birem minta pengamanan ke kami (Polsek Kokop, red.) untuk pemulangan lima warga Birem. Mereka khawatir ada provokator yang bisa melukai penggali bhuju’,” pungkasnya.

Sementara itu, Mahrus Ali, Kepada Desa Durjan, Kokop menyampaikan, lima warga yang menggali Bhuju’ Bukek mengaku sudah meminta izin kepada sesepuh (jurukonceh) makam keramat.

Para warga asal Birem, Tambelangan, Sampang itu, mengaku mendapat wangsit lewat mimpi agar mengambil keris di Bhuju’ Bukek.

BACA JUGA :  Hingga Pengurus Ranting, GP Ansor Diimbau Aktif Lakukan Pendampingan kepada Masyarakat

Sesepuh (jurukonceh) Bhuju’ Bukek mengizinkan. Setelah menggali di tengah makam keramat itu, keris sesuai wangsit tak ditemukan.

“Karena tak ada barang pusaka yang dicari, galian itu akan ditutup. Tapi keburu warga datang dan akan mengeroyokmua,” cerita Mahrus.

Kades Mahrus menyebut, insiden penggalian Bhuju’ Bukek merupakan bentuk kesalahpahaman.

Akhirnya, Penggali Makam Waliyullah di Bangkalan Dipulangkan
Bhuju’ Bukek yang dikeramatkan. (foto:wikimadura)

“Saya sudah interogasi kelima pelaku tersebut dan juga sudah musyawarah dengan sesepuh desa. Kesalahpahaman ini tidak perlu di perpanjang melainkan ini hanya perlu pemahaman saja. Alhamdulillah pelaku sudah diamankan untuk dipulangkan,” terangnya.

Seperti diketahui, Warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Madura, Minggu (2/8/2020) malam heboh.

Penyebabnya, makam waliyullah yang dikeramatkan warga Desa Durjan, Kokop itu, digali  oleh orang tak dikenal (asing).

Saat melakukan penggalian makam keramat itu, sebagian dari mereka berpura-pura membaca Alquran di samping pusaran Bhuju’ Bukek. Sedang yang lainnya menggali kuburan hingga sedalam sekitar 3 meter.

Warga marah karena Bhuju’ Bukek sebagai asta sesepuh Desa Durjan sedang dirusak oleh warga asing (tak dikenal warga).

Saking keramatnya, tak sedikit warga sekitar yang berziarah. Termasuk warga luar kecamatan dan Kabupaten Bangkalan yang datang untuk berziarah ke Bhuju’ Bukek.

Banyak warga Durjan marah dan hendak menghakimi 4 orang asing itu. Bahkan ada warga yang bawa celurit.

Syaiful, Mata Madura

Komentar