Joko Suhardi, Pendiri PMII Sumenep itu Meninggalkan Kita

Mata Madura - 18/11/2021
Joko Suhardi, Pendiri PMII Sumenep itu Meninggalkan Kita
Bincang santai dengan Sahabat Joko Suhardi  - (Mata Madura)
Penulis
|
Editor Redaksi
Link Banner

 

Hambali Rasidi

matamaduranews.com-Kamis siang. Seperti biasa. Setelah beraktivitas sana sini. Saya buka hp. Lihat grup WhatsApp. Sudah penuh notifikasi.

Ada chat pribadi masuk. Imam Alfarisi mengabari Sahabat Joko Suhardi wafat.

“Innalillahi Wa innailaihi rojiun . Telah meninggal dunia Joko Suhardi. Kabid pemberitaan RRI jogjakarta. ( Kamis ,18 November 2021 ) . Terkena Serangan Jantung , Saat Duduk,” begitu tulisnya.

Saya terperanjat. Apa yang harus diperbuat. Wajah Sahabat Joko membayangi.

Saya lihat di Grup WA IKA PMII Sumenep. Ada yang bertanya kebenaran informasi meninggalnya Sahabat Joko Suhardi. Sebagian ada yang langsung mengucapkan belasungkawa.

Keinginan menulis kabar duka Sahabat Joko saya urungkan. Toh kalau saya tulis berita dalam bentuk informasi. Apalagi di sejumlah Grup WA di Sumenep sudah mengabarkan wafatnya Sahabat Joko Suhardi.

Sambil termenung. Telpon berdering. Sahabat Firman Syah Ali, Bendum IKA PMII Jawa Timur minta dikirimin foto apik Sahabat Joko untuk dibuatkan gambar duka.

Beberapa waktu kemudian ada yang minta saya menulis obituari Sahabat Joko Suhardi.

Sekalian dia ngirim testimoni dari Ani Purnama, Koordinator dan Penyiar Pro 1 RRI Sumenep.

“Mas didik di mataku orang baik, ngemong pada junior, tau bagaiamana harus bersikap. Dalam bertugas, almarhum merupakan atasan dan teman diskusi yg baik, tidak pernah pelit berbagi ilmu, di otaknya penuh ide kreatif. Beliau sosok yg tidak suka membicarakan keburukan orang lain, kami kehilangan, sungguh 😭😭

Banyak testimoni serupa. Mayoritas menyebut Sahabat Joko memiliki pribadi yang baik. Suka bantu orang. Selalu menghindari konflik kepentingan antar teman.

Wajar jika banyak yang merasa kehilangan Sahabat Joko.

Termasuk saya. Yang boleh dibilang tak sempat membalas kebaikannya. Sejak bersama turun ke lapangan tahun 2000-an. Melakukan reportase. Menemui nara sumber.

Lama tak bertemu sejak off di dunia wartawan. Hingga suatu waktu pada akhir 2013. Sahabat Joko menelepon. Itu awal yang mengubah hidup saya.

Sahabat Joko mengabari jika Bupati Kiai Busyro nanya saya. Dan minta nomor telpon saya. “Nomorra bekna tadha’. Sengkok nyare nomer bekna. Coba telpon Kiai Busyro. Corak parlo ka bhakna,” ucapnya dari balik telpon.

Saya nyari nomor telpon Bupati Kiai Busyro. Memang lama tak ketemu. Sejak dilantik sebagai Bupati Sumenep jelang akhir 2010. Saya jarang ketemu. Kecuali di acara buka puasa bersama wartawan tahun 2011. Saya hadir. Pertemuan itu sekalian minta ijin untuk kuliah pasca sarjana. Kiai Busyro senang mendengarnya.

Mon bedha bekto ka kantor,” bisik Kiai Busyro saat ramah tamah usai berbuka puasa di Rumah Makan HK.

Sejak itu bisa dikata tak bertemu lagi dengan Bupati Kiai Busyro. Hingga Sahabat Joko mengabari agar menemui Kiai Busyro.

Kabar Sahabat Joko seperti wasilah. Perantara Sahabat Joko. Saya bisa intens komunikasi dengan Kiai Busyro hingga mendampingi jelang Pilkada Sumenep 2015.

Sementara pertemuan dengan Sahabat Joko tak begitu intens. Maklum beda madzhab jurnalis.

Sahabat Joko beraliran jurnalis radio (RRI) yang masih melaksanakan tugas dengan berpindah-pindah tempat.

Tiba-tiba pada awal 2016. Saya dengar Sahabat Joko hendak nyalon Ketua PC IKA PMII Sumenep. Lebih tepatnya digadang nyalon Ketua PC IKA PMII Sumenep.

Saya datang ke arena Muscab IKA PMII Sumenep di Hotel Utami. Saya tanya ke beberapa peserta Muscab. Mayoritas kader Sahabat Joko yang menjadi tim suksesnya.

Saya menyadari. Sahabat Joko tergolong paling sepuh di antara aktivis PMII Sumenep. Berkat Sahabat Joko. PC PMII Sumenep berdiri.

Sahabat Joko Suhardi salah satu pendiri PC PMII Sumenep. Saat terbentuk kepengurusan cabang.  Sahabat Joko Suhardi langsung didaulat sebagI Ketua PC PMII Sumenep pada tahun 2001.

Sahabat Joko Suhardi, Ketua PC PMII Sumenep pertama. Setahun berikutnya silih berganti pucuk ketua organisasi kader.

Di kampus Unija. Sahabat Joko menyelesaikan kuliah sambil nyambi reporter RRI. Mengurus PMII di tengah kesibukan menjadi wartawan.

Lewat aktivitas PMII di kampus Unija itu, sahabat Joko bertemu dengan sahabati Novi yang aktiv di Kopri PMII. Pertemuan itu terajut cinta hingga akhir hayat.

Sejak itu, PC PMII Sumenep berkibar di Bumi Sumenep. Para mahasiswa dari STIKA (kini INSTIKA) Annuqayah, STKIP PGRI dan Unija berkumpul dalam Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep. Di setiap kampus terbentuk komisariat-komisariat PMII.

Para aktivis PMII Sumenep sering demonstrasi. Menyampaikan aspirasi di jalanan sebagaimana doktrin para senior PMII.

Para timses Sahabat Joko di arena Muscab mereka para aktivis yang aktif saat di kampus. Mereka sudah jago juru runding. Sebagian jago demonstrasi. Sebagian sudah ada yang jadi pengusaha.

Timses Sahabat Joko lengkap. Para kadernya seperti ingin membalas seniornya pada momentum Muscab IKA PMII Sumenep.

Sahabat Joko hanya diminta bersedia. Standby di sekitar arena Muscab. Kamar hotel tersedia. Termasuk segala kebutuhan Sahabat Joko dilayani.

“Kopi dan rokok selalu tersedia untuk senior Mas Joko,” ucap Ersyad-salah satu kader Sahabat Joko yang loyal-ketika itu.

Para kader PMII Sumenep itu bergerilya. Mencari dukungan agar seniornya terpilih sebagai Ketua PC IKA PMII Sumenep.

Saat pemilihan. Sahabat Joko terpilih secara aklamasi.

Pasca terpilih sebagai Ketua PC IKA PMII Sumenep. Sahabat Joko bersama timsesnya hendak menyusun kepengurusan. Mereka sowan kepada para senior PMII. Minta advise siapa saja yang hendak dimasukkan dalam kepengurusan PC IKA PMII Sumenep periode 2016-2021.

Salah satu yang diminta advise adalah Bupati Kiai Busyro sebagai senior PMII. Kiai Busyro juga aktif di PMII saat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Bahkan saat Muhaimin Iskandar kuliah di UGM. Muhaimin ikut Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII di IAIN, salah satu instrukturnya adalah Kiai Busyro.

“Sudah. Sekretarisnya hambali. Akompol pade wartawan na,” tutur Kiai Busyro kepada Sahabat Joko.

Beberapa menit kemudian. Kiai Busyro menelpon saya agar ke Rumdis. Di Rumdis sudah berkumpul Sahabat Joko dan para timsesnya.

Sejak itu, pertemanan mulai intens. Komunikasi kembali dirajut. Hingga berakhir masa kepemimpinan di PC IKA PMII Sumenep pada tahun 2021.

Sahabat Joko kini telah pergi mendahului kita.

Selamat Jalan Sahabat. Pendiri PC PMII Sumenep. Semoga Rahmat Allah menyertai sahabat di alam baru. (*)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->