Live Update
covid-19 indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal
Kakak Habib Umar; Habib Ali Masyhur, Grand Mufti Tarim Wafat - MATA MADURA

Menu

Kakak Habib Umar; Habib Ali Masyhur, Grand Mufti Tarim Wafat

Kakak Habib Umar; Habib Ali Masyhur, Grand Mufti Tarim Wafat
Habib Ali Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syeikh Abubakar bin Salim, Grand Mufti Tarim, Hadramaut, Yaman. (foto/republika)
Link Banner

matamaduranews.com-Habib Ali Masyhur Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafizh Bin Syeikh Abubakar bin Salim, Grand Mufti Tarim, Hadramaut, Yaman, telah wafat pada Selasa (26/5/2020) atau 3 Syawal 1441 Hijriyah pada sekitar pukul 20.00 waktu Yaman.

Almarhum Habib Ali Masyhur merupakan kakak kandung dari Ulama Kharismatik asal Yaman, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.

Susana pemakaman Habib Ali Masyhur dihadiri ribuan umat Islam di Yaman. Ulama besar ini, dimakamkan di Hadramaut, Yaman, Selasa 26 Mei 2020.

Dalam proses pemakaman almarhum Habib Ali Masyhur bin Hafidz, sungguh terasa dan mengharukan bagi ummat. Betapa tidak, proses pemakaman ulama yang dihormati dan diseganani serta dicintai umat Islam dari pelbagai golongan di negeri itu, terlihat sakral.

Wafatnya ulama yang berpengaruh di Indonesia itu, menjadi perhatian serius para santri dan kalangan ulama di Nusantara.

Para santri di Indonesia cukup haru menyaksikan foto-foto proses pemakamannya. Tanpa terkesan sebagai suasana pandemi COVID-19 yang kini sedang berlangsung di seluruh lapisan dunia.

Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) Yaman di antaranya yang merasa bersedih. Habib Ali Masyhur dikenal sosok yang luas ilmunya, menjadi rujukan para ulama Tarim dalam berbagai persoalan agama.

“Para pelajar di Tarim, Hadramaut, mengenal almarhum sebagai sosok rendah hati dan ramah. Biasanya kalau ada pelajar sowan minta nasihat, beliau tidak banyak cakap. Hanya beberapa poin tapi mengena di hati,” kata Rijal Mumazziq, Rektor INAIFAS Jember.

Penguasaan Habib Ali Masyhur atas khazanah keilmuan madzhab Syafi’i dan kajian lintas madzhab membuatnya didaulat sebagai Mufti Tarim, sebuah posisi prestisius yang menunjukkan reputasi keilmuan dan kemuliaan pribadinya.

Habib Ali Masyhur pun sangat menghormati dua adiknya, Habib Aththas dan Habib Umar bin Hafidz.

Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Hafidz merupakan salah satu ulama berpengaruh di dunia yang jaringan murid-muridnya membentang lintas benua.

Tiap tahun dari Yaman, Habib Umar bin Hafidz datang ke Indonesia. Perhatiannya terhadap Indonesia sangat spesial. Banyak murid-muridnya yang berasal dari Indonesia yang menjadi tokoh dan ulama.

Habib Umar datang ke Indonesia untuk pertama kali pada tahun 1994. Beliau diutus oleh Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia.

Sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang dinilai mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya.

Masa Kecil

Habib Umar mampu menghafal Al-Quran pada usia yang sangat muda dan juga menghafal berbagai teks inti dalam fikih, hadits, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan.

Habib Umar tergolong sosok ulama yang diakui keilmuannya sehingga dipegang teguh oleh begitu banyak ulama-ulama tradisional, seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim.

Habib Umar pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim. Darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada dakwah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah Swt.

Ayahnya begitu memperhatikan sang Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dzikir.

Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk shalat Jumat, ayahnya diculik oleh golongan komunis dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi.

Ini menyebabkan Habib Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang dakwah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum ia mati syahid.

Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan dakwah.

****

Rentang usia antara Habib Ali Masyhur dan Habib Umar Bin Hafizh terpaut sangat jauh. Ketika ayah mereka meninggal, Habib Umar masih berusia 9 tahun. Lalu Habib Ali Masyhur meneruskan jejak sang ayah sekaligus berperan mendidik adiknya itu.

“Beliaulah yang menggantikan ayahnya untuk mendidik Habib Umar. Jadi beliau sudah seperti ayahnya Habib Umar karena kakak tertua,” terang Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zein Umar bin Smith.

Menurut Habib Zein, Habib Ali di akhir Ramadhan lalu tetap melakukan shalat Tarawih sampai tengah malam. “Karena di sana itu kalau sholat Tarawih bisa beberapa kali, dan beliau (almarhum Habib Ali) masih mengikuti,” tutur Habib Zein.

Namun, pada hari kedua Idul Fitri atau 2 Syawal, kondisi kesehatan Habib Ali mulai melemah. Kemudian keesokan harinya, beliau menunaikan sholat Maghrib sekaligus melakukan jamak takdim shalat Isya.

“Meninggalnya pada waktu Isya. Tetapi sebelum itu, pada saat Maghrib, beliau sudah minta sholat Maghrib dan Isyanya ditakdim, dimajukan. Jadi saat itu beliau sudah langsung sholat Maghrib dan Isya. Beliau majukan waktunya, seperti sudah ada firasat,” ungkapnya.

Habib Ali sejak dulu sudah menonjol karena termasuk pendiri perguruan Darul Musthofa, yang sekarang dijalankan Habib Umar. Habib Ali adalah ahli fiqih, ahli sejarah yang sangat teliti, dan juga ahli nasab.

Almarhum Habib Ali Masyhur bin Hafidz begitu tawadlu’ ketika bertemu dengan adik-adiknya. Mereka saling berebut mencium tangan.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga almarhum mendapat tempat di Sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Amiin.

redaksi/dari berbagai sumber

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: