MataMaduraNews.com, BANGKALAN – Taman Paseban yang indah nan asri di Kota Bangkalan, Madura semakin ramai dikunjungi masyarakat untuk melepas penat dari rutinitas, jalan-jalan, jogging, dan tak jarang pula difungsikan untuk “berselfi ria”. Namun akhir-akhir ini banyak masyarakat menyayangkan karena telah beredar foto adegan mesum di tengah taman Paseban sebagai salah satu taman kebanggaan masyarakat Bangkalan tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pimpinan Institute for Madura’s Empowerment (InstforME), Adi Putra menilai, dalam hal ini pemerintah seharusnya tidak hanya berkewajiban menyediakan ruang publik (taman kota, red) yang indah nan asri sajan. Akan tetapi juga berkewajiban mengelola serta menjaganya secara maksimal dalam segala regulasi pada setiap detail pemanfaatan taman, khususnya dari segi pelaksanaan penegakan aturan.
“Dalam hal ini Pemda (Satpol PP) sebagai penegak Perda (Peraturan Daerah) berkewajiban untuk menjaga serta menindak para pengguna taman yang dengan sengaja menyalahgunakannya,†ujar Adi, Jum’at (09/08).
Pertunjukan asusila diTaman Paseban tersebut menurutnya menjadi salah satu bukti kegagalan dari dunia pendidikan moral. Hal itu harus dapat disikapi oleh pemerintah daerah, termasuk instansi terkait, lantaran betapa pentingnya suatu nilai (pendidikan moral, red) tatanan sosial setiap masyarakat.
“Persoalan kerusakan moral publik ini (adegan mesum di Taman Paseban, red) lebih berbahaya daripada tindakan korupsi,” sesalnya, kepada MataMaduraNews.com.
Selain pada instansi pendidikan formal, Adi juga sangat berharap pada kalangan pemuka agama agar lebih memaksimalkan upaya mereka untuk menyelamatkan umat manusia dari krisis moral yang sedang menghantui kehidupan berkeyakinan (beragama, red). Khususnya di kabupaten yang menyandang predikat “kota dzikir dan shalawat”, dimana merupakan salah satu daerah yang hanya berjarak beberapa menit dari pusat pemerintahan provinsi setempat.
“Kami juga berharap pada para pemuka agama untuk tingkatkan kualitas pendidikan moral demi menjaga kemaslahatan perilaku para umat manusia,” tutur alumnus Universitas Brawijaya Malang ini, dengan wajah cemas penuh harap. (tim/red)