KH Qusyairi Zaini Pertegas Gelar Abul Yatama Bupati Achmad Fauzi

Tak Berkategori

matamaduranews.comSUMENEP-KH Qusyairi Zaini mempertegas gelar Abul Yatama (bapaknya anak yatim) yang diberikan Baznas Sumenep kepada Bupati Achmad Fauzi pada Sabtu, 23 April 2022 lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding itu mengemukakan alasannya pada Safari Ramadan Bupati Sumenep dan Forkopimda bersama Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Guluk-Guluk, Rabu, 27 April 2022.

“Sebelum jadi bupati, Pak Achmad Fauzi ini setiap bulan menyantuni anak yatim. Dan beliau tetap peduli anak yatim ketika sudah jadi bupati, sehingga wajar mendapat gelar Abul Yatama,” tegas KH Qusyairi Zaini.

Semula dalam sesi hikmah Ramadan, Kiai Qusyai, akrab disapa, menyebut bulan Ramadan bulan penuh rahmat dan barokah, karena merupakan cara Allah mendidik agar umat Islam tidak hanya cerdas akal tapi juga emosional dan sprititual.

Sedangkan tanda-tanda orang cerdas emosional, kata Kiai Qusyai yaitu punya rasa empati atau kepedulian yang tinggi terhadap kondisi sosial orang-orang di sekitarnya.

“Saya yakin bupati kita ini bukan hanya cerdas secara intelektual, namun juga emosional,” ujar kiai muda asal Ganding itu.

Pengambilan contoh Bupati Achmad Fauzi sebagai orang yang cerdas emosional bukan tanpa alasan, apalagi sekadar cari muka.

Kiai Qusyai menilai Bupati Achmad Fauzi cerdas secara emosional karena punya empati yang tinggi terhadap anak yatim sebelum dia menjabat Bupati Sumenep.

“Sehingga wajar jika bupati mendapat gelar Abul Yatama,” ungkapnya.

Selain pertegas gelar Abul Yatama Bupati Achmad Fauzi, Kiai Qusyai juga menyebut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu dekat dengan ulama.

Buktinya, Bupati Achmad Fauzi sering silaturahmi dengan kiai. Bahkan mengadakan kegiatan yang disebut 11-an atau jailanian di Pendopo Agung Keraton Sumenep setiap bulan bersama alim ulama.

“Sebaik-baik pemimpin itu yang dekat dengan ulama. Pak Bupati Achmad Fauzi ini sering sowan dengan kiai, ada kegiatan 11-an atau jailanian di pendopo, juga silaturahmi dengan alim ulama seperti hari ini,” papar Kiai Qusyai.

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Utara itu mengungkapkan bahwa dermawan dalam kondisi sulit maupun lapang termasuk tanda-tanda orang bertakwa.

Sedangkan dua tanda orang bertakwa lainnya adalah mampu menahan amarah dan mudah memaafkan, dan segera meminta maaf atau taubat kepada Allah dan tak mengulanginya lagi ketika berbuat kesalahan.

“Nah, takwa ini adalah dasar disyariatkannya puasa,” imbuh Kiai Qusyai.

Sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi merasa tersanjung dengan penegasan KH Qusyairi Zaini. Menurutnya, itu terlalu berlebihan dan tampak seperti kampanye.

Namun, suami Nia Kurnia itu menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menjaga kondusifitas Kabupaten Sumenep selama setahun kepemimpinannya.

Bupati Achmad Fauzi bersyukur bisa bersilaturahmi dengan alim ulama, tokoh masyarakat serta para duafa dan anak yatim di Guluk-Guluk meski pertemuan digelar terbatas karena pandemi Covid-19.

“Terima kasih atas kehadiran pada alim ulama dan tokoh masyarakat dalam pertemuan ini. Alhamdulillah selama 1 tahun 2 bulan ini Sumenep kondusif berkat dukungan semua elemen masyarakat,” ungkapnya.

Usai sambutan, Bupati Achmad Fauzi bersama jajaran Forkopimda Sumenep dan Forkopimka Guluk-Guluk menyerahkan bingkisan kepada kaum duafa dan anak yatim. (*)

Komentar