Korban Perahu Tenggelam 17 Orang Meninggal, Nurfitriana Busyro Berdoa

matamaduranews.com-SUMENEP-Penyebab Perahu Layar Motor Arum Jaya tenggelam di Perairan Selat Giliyang-Sapudi, Sumenep, Madura, Jatim dipastikan kelebihan muatan penumpang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menyebut, total penumpang dalam perahu itu sekitar 57 orang. Sehingga, perahu tak kuat menahan gempuran gelombang laut setinggi 2 meter.

“Padahal kapal penumpang tradisional ini muatan normalnya hanya sekitar 30 penumpang, sehingga diduga kelebihan muatan sekitar 22 penumpang,” katanya, di Surabaya, Selasa pagi, 18 Juni 2019, sebagaimana dikutip medcom.

Nurfitriana Busyro, Selasa pagi berkunjung ke RSUD Moh Anwar Sumenep untuk melihat kondisi korban perahu tenggelam. Isteri Bupati Sumenep ini, menyebut, jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 17 orang.

FB IMG 1560827074566
Nurfitriana Busyro bersama Dirut RSUD dr Moh. Anwar, dr Erliyanti melihat kondisi korban meninggal dunia.

“Dari 17 jenazah tersebut, terdiri dari 4 anak balita dan 13 orang dewasa. Kondisi jenazah saat ini ada yg sudah sampai ke RSUD, ada yg masih dlm perjalanan dan ada yg masih di tengah laut,” tulis Caleg terpilih DPRD Provinsi Jatim dalam status facebooknya, Selasa pagi.

BACA JUGA :  Poros Perubahan Jadi Koalisi 6 Parpol?

Diakhir tulisan statusnya, Ibu Fitri berdoa, “Ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami. Mohon doanya ya teman2,”

Hambali Rasidi

Komentar