Leher Tergorok, Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Tewas di Tegalan

MataMaduraNews.comSUMENEP–Warga Dusun Taroman, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep digegerkan penemuan mayat sekira pukul 05.15 WIB pagi, Kamis (30/11/2017). Korban yang diketahui bernama Moh Tasan (62) itu, tewas mengenaskan dengan kondisi leher tergorok di tanah tegalan.

Kapolsek Batang-Batang, AKP Sutrisno mangatakan, korban ditemukan di tanah tegalan  milik Masdu di Dusun Taroman, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang. Berdasarkan luka robek pada pelipis kanan dan luka robek leher kiri nyaris putus, korban diduga tewas akibat penganiayaan/pembunuhan menggunakan benda tajam.

”Korban  mengikuti arisan malem Kamis (Rabu, 29 November malam, red) di rumah Saluki, Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya dengan jarak kurang lebih 500 meter dari rumahnya,” kata AKP Sutrisno, Kamis (30/11).

Hingga pagi hari, korban yang berangkat berjalan kaki belum juga pulang. Sehingga Jamal, menantu korban, melakukan pencarian dan menemukan Moh Tasan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 100 meter dari rumahnya.

AKP Sutrisno menyatakan, pelaku masih belum diketahui karena dalam proses penyelidikan. Namun dari TKP, sudah disita sejumlah barang bukti (BB) berupa sebuah songkok warna hitam di pinggir korban, kaos warna biru dongker dan sarung warna hijau liris kemabangan yang dipakai, serta celana pendek warna coklat susu.

BACA JUGA :  Kisah Pilu: Gadis Korban Pemerkosaan Bergilir 7 Pria di Bangkalan Meninggal Dunia

”Juga sepasang sandal jepit yang terpasang di kaki korban dan selembar uang kertas lima puluh ribu rupiah yang terdapat bercak merah diduga darah,” imbuhnya.

Selain itu, hasil olah TKP juga tidak menemukan senjata tajam. Hanya saja, berdasar luka di tubuh korban yang didapati 4 saksi, jelas menunjukkan akibat senjata tajam.

”Saks-saksinya, Jamal (30) menantu korban, H. Fat (40), dan Halim (45), ketiganya warga Dusun Taroman. Sedangkan Salawi (41), warga Dusun Tenggina,” pungkas AKP Sutrisno.

Rusydiyono/Rafiqi, Mata Madura

Komentar