Menu

Longsor di Pamekasan, Lima Santri Putri Meninggal Dunia

Longsor di Pamekasan, Lima Santri Putri Meninggal Dunia
Longsor di Pamekasan menimbun 5 santri putri hingga meninggal dunia (FOTO: Anshor Pamekasan)
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Selasa malam (23/2/2021) sekitar jam 21.00 WIB. Longsor menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhomiyah, di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Madura, Jawa Timur,

Akibat longsor itu, lima santri putri meninggal dunia akibat tertimpa bangunan Ponpes. Satu santri putri mengalami patah tulang.

TIm SAR Pamekasan dan warga sejak Selasa malam hingga Rabu (24/2/2021) mencari korban longsor. Karena listrik mati dan hujan. Tim kesulitan melakukan evakuasi.

Selasa malam, Tim SAR menemukan tiga santri yang meninggal dunia. Sedang dua santri putri baru diketahui meninggal dunia pada Rabu dini hari.

Ketiga santri berasal dari Kabupaten Jember. Sementara dua santri lain yang masih tertimbun longsor berasal dari Kabupaten Sampang dan Sumenep

“Warga saat ini sedang berusaha mencari dua santri yang masih tertimbun,” ujar Camat Pasean Munafi seperti dikutip kompas.com.

Munafi menambahkan, longsor berasal dari tebing setinggi 12 meter yang berada di dekat bangunan pesantren asuhan KH Muhedi itu.

Pohon kelapa yang menjadi penunjang tebing, ikut terbawa longsoran tanah sehingga menimpa bangunan pesantren.

“Ada beberapa bangunan pesantren yang rusak parah karena temboknya jebol, atapnya runtuh,” ungkap pria yang juga Wakil Ketua PCNU Pamekasan ini

Kata Camat Munafi, ada beberapa bangunan pesantren yang rusak parah karena temboknya jebol, atapnya runtuh.

Setelah mengetahui ada santri yang tertimbun, warga sekitar dan petugas segera melakukan pencarian.

Menurut Koordinator tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono, longsor dipicu hujan deras.

Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah utara Kabupaten Pamekasan Selasa malam.

BPBD Pamekasan telah mengirimbantuan tim evakuasi untuk mempercepat pencarian korban hilang.

Dilansir dari Tribunnews, Kapolsek Pasean Iptu Togiman mengatakan, proses pencarian korban mengalami kendala yaitu hujan deras masih mengguyur.

“Kondisi alam yang menjadi kendala untuk mengevakuasi ke tiga korban yang masih tertimbun tanah,” kata Iptu Togiman kepada TribunMadura.com.

Namun demikian, para petugas gabungan telah siap siaga untuk melakukan pencarian setelah kondisi memungkinkan. (redaksi)

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: