Pendidikan

Mahasiswa asal Sumenep Raih Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia

×

Mahasiswa asal Sumenep Raih Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Unibraw
Rahmat Rayansha (tengah) bersama Filzah, Elviana, Dyah, Andreas usai meraih Medali Emas di ajang World Young Inventors Exhibition di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia pada 18 Mei 2024

matamaduranews.com-Rahmat Rayansha, mahasiswa asal Sumenep
berhasil meraih Medali Emas di ajang World Young Inventors Exhibition yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Rayansha merupakan mahasiswa program studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) Malang.

Rayansha bersama lima temannya, yaitu: M. Filzah Zulfaqar, Elviana Fauziyah, Sri Dyah Nurul F, dan Andreas Hutabarat-berhasil menyisihkan mahasiswa universitas top negara lain dalam ajang itu.

Peserta itu datang Universitas Top dari Thailand, Oman, Saudi Arabia, Republik Of Korea (ROK), Taiwan, Vietnam, Qatar, Hongkong, United Arab Emirates dan Indonesia.

Acara tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 15 hingga 18 Mei 2024 bertempat di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Rayansha bersama Tim FTUB Malang membuat karya inovasi yang berfokus pada bidang agrikultur yang diberi nama “Victuality”.

“Victuality” menawarkan solusi inovatif untuk membantu petani dalam mendukung pengembangan ekonomi nasional melalui pemberdayaan petani muda.

Rayansha bersama Tim FTUB Malang berhasil meyakinkan para juri terkait konsep “Victuality”. Karena mampu presentasi di hadapan para juri. Tim FUTB lolos pada tahap lanjutan hingga meraih medali emas.

Rayansha menjelaskan, sistem “Victuality” memfasilitasi pembelian langsung produk pertanian dari produsen utama.

Melalui situs web dan aplikasi dengan metode auction. Sistem Actuality
menyediakan informasi pasar lokal kepada produsen dan konsumen untuk mempermudah transaksi jual beli secara langsung.

Rayansha bercerita, selain menyediakan sistem informasi. Aplikasi program “Victuality” juga menyediakan database informasi terkini yang berbasis sistem informasi geospasial (SIG) dan menerapkan konsep keterlacakan bagi petani dan pembeli.

“Muara dari “Victuality” adalah membangun kepercayaan antara kedua belah pihak melalui platform yang memudahkan kegiatan jual beli,” kata Rayansha mewakili tim dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu 22 Mei 2024.

Rayansha bersyukur, usaha kerasnya berbuah manis di ajang Internasional.

“Alhamdulilah usaha tim berbuah manis. Persiapan yang cukup panjang akhirnya mendapatkan Gold Medal dengan persaingan dari berbagai negara dan universitas top. Semoga ini bukan menjadi penutup namun menjadi langkah untuk kemenangan selanjutnya,” kata Rayansha menambahkan.

Kata Rayansha, tim FTUB
dalam mengikuti kompetisi tingkat Internasional dibimbing oleh dosen Fauzul Rizal Sutikno, ST., MT., Ph.D. (*)

KPU Bangkalan