Menu

Mengapa Harus Mas Kiai Fikri yang Dampingi Fattah Jasin?

Mengapa Harus Mas Kiai Fikri yang Dampingi Fattah Jasin?
Mas Kiai Fikri cerita bagaimana bisa dampingi Fattah Jasin maju di Pilbup Sumenep 2020. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)

Cerita Mas Kiai Fikri Bisa Dampingi Fattah Jasin Maju Pilbup Sumenep Tahun 2020

matamaduranews.comSUMENEP-Politik serba kemungkinan. Karenanya  serumit apapun harus menentukan sikap selama itu dianggap tidak menabrak aturan.

Kurang lebih seperti itu singkat kata penuturan KH. Muhammad Ali Fikri Warits ketika menceritakan proses dirinya, dari mulai masuk bursa Pilkada 2020 hingga disepakati mendampingi Bakal Calon Bupati Sumenep (Bacabup) RB. Fattah Jasin, sebagai Bacawabup-nya di depan Muhibbin Mas Kiai, beberapa hari lalu.

Kiai muda yang akhir-akhir ini viral dengan sebutan Mas Kiai tersebut bercerita, semua proses itu terjadi berawal dari pertemuannya dengan Donny M Siradj.

Singkat cerita, suatu ketika, atas petunjuk seseorang, Donny Siradj yang ketika itu sudah memiliki keinginan Nyalon Bupati Sumenep pada Pilbup 2020 tahun ini disarankan mendatangi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.

Berdasarkan saran tersebut, akhirnya Doni bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuqayah. Di sana dia menemui salah seorang kiai. Selain minta doa restu dan arahan, Doni juga menyampaikan keinginannya untuk menggandeng putra Annuqayah sebagai Calon Wakil Bupati.

“Pertama Mas Doni bermaksud menggandeng Ra Mamak. Berhubung waktu itu dia sudah populer akan Nyalon Bupati bukan Wakil Bupati, maka keinginan Mas Doni untuk mengandeng putra Annuqayah dialihkan ke saya,” tutur putra mendiang politisi ulung KH. A. Warits Ilyas itu.

Setelah melalui berbagai proses panjang, dan ketika DPC PPP Sumenep membuka pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumenep, akhirnya Donny Siradj-Kiai Ali Fikri yang populer dengan sebutan pasangan ‘DOA’ pun ikut mendaftar.

Ketika itu, Donny Siradj mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Sumenep dan KH. Muhammad Ali Fikri sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Sumenep.

“Setelah itu sudah kita berproses, dan waktu itu saya tegaskan, saya akan tetap maju sebagai kader PPP,” ujar Mas Kiai Fikri.

Selama menunggu rekom PPP, sambung Mas Kiai, kepada siapapun ketika melakukan komunikasi politik, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa tersebut selalu menegaskan bahwa dirinya pasrah terhadap keputusan partai, utamanya PPP.

Andai kata, PPP tidak merekom dirinya yang menjadi Bakal Calon Wakil Sumenep mendampingi Bakal Calon Bupati Sumenep Fattah Jasin, Mas Kiai Fikri mengaku tidak akan pernah maju kendati sudah mengantongi rekom dari partai yang lain.

“Suatu ketika sebelum rekom PKB keluar, saya dihubungi Sekretaris DPW PKB Jatim Baddrut Tamam dan meminta KTP, saat itu juga saya tegaskan bahwa saya akan maju sebagai kader PPP,” cerita Mas Kiai.

“Kalau partai yang memutuskan (merekom, red), artinya urusan saya dengan Doni dan lainnya, termasuk kontrak politik dan urusan lain ke depan sudah partai yang mem-bakcup,” tandas Mas Kiai.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Sosok & Tokoh

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: