Menu

Pengelola Mundur, Listrik di Masalembu Sering Padam

Pengelola Mundur, Listrik di Masalembu Sering Padam
Kantor PLTD Masalembu yang dikelola Koperlindo (matamadura)

matamaduranews.comSUMENEP-Terhitung 1 Februari 2021. Koperlindo sebagai pengelola PLTD Masalembu, Sumenep, menyatakan mundur.

Hairul Anwar, Ketua Koperlindo (koprerasi energi dan ketenaga listrikan) mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemkab Sumenep sebagai pengelola PLTD Masalembu.

“Surat saya ajukan pada hari Rabu 7 Januari 2021. Surat pengunduran diri sebagai pengelola PLTD Masalembu. Praktis awal Februari 2021, kami (Koperlindo, red) bukan lagi pengelola listrik di Masalembu,” terang Hairul kepada Mata Madura, Selasa sore (12/1/2021).

Kenapa mundur sebagai pengelola PLTD Masalembu?

“Sudah waktunya. Berdasar kontrak dengan Pemkab Sumenep,” ucap Hairul.

Hairul mengaku cukup lelah mengelola PLTD Masalembu selama 5 tahun.

Selama 5 tahun mengelola PLTD Masalembu, Hairul mengaku selalu mengalami kerugian. Dirinya terus melakukan subsidi solar, perbaikan mesin dan perbaikan jaringan. Itu semata demi layanan listrik untuk masyarakat Pulau Masalembu, Sumenep.

“Kalau diitung selama 5 tahun subsidi untuk pengelolaan PLTD Masalembu mencapai Rp 591 juta-an. Itu untuk perbaikan mesin, subsidi solar dan jaringan,” tambah Hairul.

Hairul Anwar (kiri) dan Burhanuddin

Sementara itu, Fadholi Kabid Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna DPMD Sumenep, saat dihubungi Mata Madura, menyebut surat pengunduran diri dari Koperlindo sebagai pengelola PLTD Masalembu masih bersifat pengajuan.

Kata Fadholi, surat pengajuan pengunduran diri sebagai pengelola dari Koperlindo masih akan dirapatkan dengan tim Kabupaten Sumenep.

“Masih dalam proses pengajuan pengunduran. Nanti akan dirapatkan dengan tim. Menunggu hasil rapat tim,” terang Fadholi via WhatsApp.

Kapan hasil rapat itu? “Sedang dalam proses. Belum dilakukan rapat,” jawabnya singkat.

Dari informasi yang diperoleh Mata Madura, terhitung Januari 2021, layanan listrik PLTD di Kecamatan Masalembu kembali padam. Pembangkit listrik milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini seringkali padam alias tak normal.

Burhanuddin, Ketua Asosiasi Masyarakat Masalembu Pelanggan Listrik (AMMPEL) dalam rilis yang diterima Mata Madura, Selasa malam (12/1/2021) menyatakan, aliran listrik dari PLTD Masalembu yang sering padam sangat merugikan pelanggan.

BACA JUGA: Hairul Anwar; Pengusaha Muda Yang Rela Berbisnis Rugi Demi Orang Pulau

Kata Burhanuddin, layanan listrik yang seringkali padam di Masalembu menunjukkan krisis listrik di Masalembu masih terus terjadi.

Karena itu, Burhanuddin menyarankan PLN agar segera beroperasi di Pulau Masalembu.

“Masyarakat Masalembu akan terus mendorong dan mendesak pemerintah agar PLN segera melanjutkan proses pembangunan listrik di Kecamatan Masalembu. Sehingga krisis listrik di Masalembu segera bisa diakhiri,” terang Burhanuddin dalam rilisnya.

Burhanuddin menambahkan, kehadiran layanan listik PLN di Masalembu masih menyelesaikan tahap awal pemasagan tiang.

Sementara aliran listrik dari PLTD Masalembu kerap padam dan tak merata.

Padahal, katanya, listrik tidak hanya dibutuhkan untuk menerangi rumah, tetapi juga dibutuhkan untuk membangkitkan sektor ekonomi masyarakat Masalembu.

hambali rasidi

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Disway

Catatan

Tasawuf

Inspirator

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: