Pertanyakan Label PKH dan BPNT, Aktivis Bangkalan: Warga Miskin Menangis Pilu

Mata Madura - 30/11/2019
Pertanyakan Label PKH dan BPNT, Aktivis Bangkalan: Warga Miskin Menangis Pilu
Penerima bantuan PKH - ()
Penulis
|
Editor

matamaduranews.comBANGKALAN-Rencana Pamekasan dan Sumenep untuk memberi tanda atau label bagi rumah penerima bantuan sosial PKH dan BPNT mendapat respon dari para aktivis Bangkalan.

Muhyi dan Risang Bima Wijaya mempertanyakan itikad Pemkab Bangkalan untuk menerapkan kebijakan pemerintah pusat itu.

Lebih vulgar, Risang memposting di akun facebooknya dengan kalimat, “Sumenep & Pamekasan sdh siap pasang label..taruhan jangkrik bayar kucing. di tempatku, yg begini tidak bakal terjadi,” tulisnya.

Karuan saja, postingan Risang mendapat respon beragam dari para netizen.

Saat dihubungi Mata Madura, Nahkoda Rumah Advokasi Rakyat (RAR) ini, menilai memberi label bagi rumah penerima program PKH dan BPNT bisa membantu verifikasi faktual bagi Dinsos Bangkalan yang belum maksimal.

“Wacana labelisasi bagi penerima PKH dan BPNT sangat baik. Bahkan kalau tidak salah sudah diterapkan di sejumlah daerah. Dengan adanya label itu masyarakat umum akan lebih mudah mengetahui siapa saja penerima bantuan PKH dan BPNT. Apakah tepat sasaran atau tidak,” terang Risang Bima Wijaya, kepada Mata Madura, Sabtu (30/11/2019) sore.

Menurutnya, setiap penerima PKH atau BPNT yang tidak layak menerima bisa sadar diri dan menyerahkan kepada calon penerima yang lebih berhak.

Baginya, pemberian label merupakan bagian dari seleksi alami dengan cara memasang label Bansos bagi penerima PKH dan BPNT. Sehingga bisa membantu Dinsos dalam memverifikasi faktual.

“Mestinya Dinsos Bangkalan harus lebih antusias. Dengan sendirinya lebih mudah memantau progres atau perkembangan ekonomi si penerima usai mendapatkan dana PKH itu,” sambung Risang.

Dalam amatan Risang saat melakukan survei di lapangan, masih banyak KPM PKH jika diukur secara strata sosial masih mampu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Karena kesadaran yang masih minim, mereka tetap bertahan untuk menjadi peserta PKH.

“Contoh di Desa Lajing, Bangkalan. Warga yang seharusnya tidak layak dapat, masih menjadi KPM PKH. Sebaliknya, mereka yang miskin, mestinya dapat Bansos PKH, malah menangis pilu,” sebut Risang.

Melalui label di masing-masing rumah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu, Risang berharap muncul kesadaran. Jika sudah mampu agar segera melapor dan mengundurkan diri.

Karena itu, Risang berharap Pemkab Bangkalan kembali menyeleksi penerima program PKH atau BPNT yang saat ini dirasa sudah tidak layak lagi menjadi penerima.

Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Bangkalan, Heru Wahyudi saat dihubungi Mata Madura, mengaku sedang berkoordinasi dengan Pemkab terkait rencana pemberian label bagi KPM PKH.

Meski labelisasi bagi penerima PKH dan BPNT merupakan saran alias kebijakan tak terulis dari pemerintah pusat, Heru masih nunggu kesediaan Pemkab Bangkalan sendiri.

“Saat ini kami masih proses koordinasi. Semua ini tergantung kebijaksanaan dari Pemkab dan stake holder di Bangkalan. Sementara kami sudah melaksanakan koordinasi dengan Satgas Bansos Bangkalan. Harapan menyambut baik adanya labelisasi. Perkembangan selanjutnya nunggu info dari kami,” terangnya, kepada Mata Madura.

Sedangkan Sekretaris Dinsos Bangkalan, Iwan Setyawan tidak dapat dimintai keterangan soal saran pemerintah pusat untuk memberi label bagi rumah KPM PKH dan BPNT.

Dihubungi melalui telepon tiga kali dan pesan WhatsAap tidak merespon.

Syaiful, Mata Bangkalan

Tinggalkan Komentar

Terkini

Dinkes P2 dan KB Siaga Tekan Kasus DBD di Sumenep

Dinkes P2 dan KB Siaga Tekan Kasus DBD di Sumenep

Kesehatan   Sumenep
Begini Kronologi Carok Berdarah di Lumajang

Begini Kronologi Carok Berdarah di Lumajang

Hukum & Kriminal   Tapal Kuda
Carok Berdarah antar Perangkat Desa di Lumajang, Usus Terburai

Carok Berdarah antar Perangkat Desa di Lumajang, Usus Terburai

Headline   Hukum & Kriminal   Tapal Kuda
XL Axiata-BAKTI Kemkominfo Teken Kerja Sama 4G untuk Daerah Sumatera

XL Axiata-BAKTI Kemkominfo Teken Kerja Sama 4G untuk Daerah Sumatera

Nasional   Tekno
Syekh Ali Jaber: Boleh Tinggalkan Dzikir yang Lain, Hari Jumat Fokus Baca ini, Karena itu Permintaan Rasullullah

Syekh Ali Jaber: Boleh Tinggalkan Dzikir yang Lain, Hari Jumat Fokus Baca ini, Karena itu Permintaan Rasullullah

Khazanah
Vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang Tembus 67 Persen Berkat SILVA

Vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang Tembus 67 Persen Berkat SILVA

Kesehatan   Sumenep
Capres Jagoan Warga NU

Capres Jagoan Warga NU

Nasional   Politik
Jelang Malam Jumat, Polsek Saronggi Amankan 2 PSK asal Jember

Jelang Malam Jumat, Polsek Saronggi Amankan 2 PSK asal Jember

Headline   Peristiwa   Sumenep
BPN Bangkalan Diduga Persulit Sertifikat Tanah PT GSM, Imron Fattah: Kami Demo

BPN Bangkalan Diduga Persulit Sertifikat Tanah PT GSM, Imron Fattah: Kami Demo

Bangkalan   Peristiwa
Polisi Gerebek Pesta Sabu di Torbang Batuan

Polisi Gerebek Pesta Sabu di Torbang Batuan

Hukum & Kriminal   Sumenep
Detik-detik Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Perairan Sapudi Sumenep

Detik-detik Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Perairan Sapudi Sumenep

Peristiwa   Sumenep
Pengantin Baru Jangan Buru-buru, Lakukan Lima ini di Malam Pertama, Insyaallah Berkah

Pengantin Baru Jangan Buru-buru, Lakukan Lima ini di Malam Pertama, Insyaallah Berkah

Relationship
Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Pulau Sapudi, Intip Nilai Kerugiannya

Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Pulau Sapudi, Intip Nilai Kerugiannya

Peristiwa   Sumenep
Bukan Surat al-Waqi’ah, Empat Amalan ini Menurut Syekh Ali Jaber Sangat Dahsyat Mendatangkan Rezeki

Bukan Surat al-Waqi’ah, Empat Amalan ini Menurut Syekh Ali Jaber Sangat Dahsyat Mendatangkan Rezeki

Khazanah
Anwar Sadad: Santri Terbiasa Mandiri Paling Siap Hadapi Era Society 5.0

Anwar Sadad: Santri Terbiasa Mandiri Paling Siap Hadapi Era Society 5.0

Bangkalan
Close Ads X
--> -->