Menu

Politik Mutasyabihat Kiai Busyro dan MH Said Abdullah

Politik Mutasyabihat Kiai Busyro dan MH Said Abdullah
Link Banner

Catatan: Hambali Rasidi

SEAKAN candaan. Kabar Bu Fitri bakal ambil formulir Bacabup di PKB. Kiai Busyro sendiri yang akan ambil.

Benar. Rabu malam. Kiai Busyro hanya ditemani sopir dan ajudan Bupati tiba di kantor DPC PKB Sumenep.

Ada yang percaya. Ada yang tak percaya. Yang percaya melihat video dan berita online. Kiai Busyro ambil formulir Bacabup dan mengisi  pendaftaran yang disediakan Desk Pilkada PKB.

Yang tak percaya berdalih rekom DPP PKB tak akan turun ke Bu Fitri. Jabatan Bu Fitri di DPRD Jatim juga jadi pertimbangan.

Semua itu melihat normatif. Saya  menafsiri out of the box. Kata anak santri, mencoba memahami secara mutasyabihat.

Ada yang tersirat dari sikap ‘fulgar’  Kiai Busyro. Di tengah isu duet Fattah-Imam dari PKB. Kiai Busyro mendaftarkan istrinya, Bu Fitri sebagai Bacabup lewat PKB.

Apakah Kiai Busyro yakin bisa merebut rekom DPP PKB? Wallahu ‘alam.

Substansi awal bukan soal rekom. Tapi dinamika kader potensi PKB Sumenep menyambut Pilkada 2020. Targetnya: bikin kejutan untuk rebut rekom Pilkada.

Sekedar review. Rekom DPP PKB sejak awal untuk Pilkada 2010 bukan jatuh ke Kiai Busyro. Walau Kiai Busyro memenangkan konvensi Pilkada di DPC PKB.

Saat itu, Kiai Busyro sudah tak punya apa-apa. Berhenti sebagai Ketua DPRD Sumenep. Tak punya banyak koneksi. Apalagi biaya mahar.

Saat ini? Hemm. Anda bisa menafsiri sendiri. Apa di balik manuver mutasyabihat Kiai Busyro?.

Pertama, 20 tahun Kiai Busyro berkhidmat, berjuang dan memetik buah dari PKB. Investasi politik yang sudah terbangun, ibarat hidangan prasmanan yang siap santap.

Pertanyaannya, apakah Kiai Busyro rela sajian berbagai menu prasmanan yang sudah siap santap, dinikmati orang lain?

Kedua, 10 tahun Kiai Busyro bermitra koalisi dengan MH Said Abdullah. Sosok Bang Said ini murni politisi. Maknanya, adagium politik adalah merebut kekuasaan.

Pertanyaan juga serupa. Apakah rela Bang Said jadi penonton yang baik saat kekuasaan akan dinikmati new comer?

Inilah teka-teki kemesraan Kiai Busyro-Bang Said yang belum terjawab ke publik soal Pilkada 2020.

Di permukaan, publik seakan terlena ikuti ritme mainan bunyi-bunyian. 10 tahun sudah berkuasa, katanya.

Publik lupa. Bahwa Bang Said memiliki banyak uang. Kiai Busyro memiliki banyak jaringan politik.

Apakah selain Kiai Busyro-Bang Said, tak boleh menikmati kekuasaan di Sumenep? Begitulah demokrasi. Semua orang punya kesempatan yang sama merebut dan menikmati kekuasaan.

Hanya saja, perebutan kekuasaan di era sekarang butuh kekuatan multi. Kekuatan arus bawah dan kekuatan cost politik.

Begitulah rasionalitas dalih Kiai Busyro. Saat mengambil formulir pendaftaran Bacabup untuk Bu Fitri. Hasil survei. Popularitas dan elektabilitas Bu Fitri menyodok figur kontestan yang lain.

Bisa jadi, sudah ada ‘bisik-bisik’ pasca survei itu.

Entah siapa yang ‘bisik-bisik’.

Namanya saja. Mutasyabihat.

Tak tertulis dan tak bersuara.

Pesona Satelit, 14 November 2019

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional