Menu

Rumah Sakit Darurat BPWS di Bangkalan Overload, Pasien Covid-19 Tidur di Lantai

Rumah Sakit Darurat BPWS di Bangkalan Overload, Pasien Covid-19 Tidur di Lantai
Terlihat pasien covid-19 kondisi OTG yang dikarantina di Rumah Sakit BPWS bertempat di Bangkalan yang diunggah Tretan Muslim di Instagramnya.

matamaduranews.comBANGKALANRumah Sakit Darurat BPWS yang berlokasi di Bangkalan sudah overload untuk menampung pasien covid-19 yang menjalani isolasi.

Akibatnya, tak sedikit pasien covid-19 tidur di lantai tanpa alas di Rumah Sakit Darurat BPWS.

Juru bicara Satuan Tugas Kuratif Covid-19 Jawa Timur, Jibril Makhyan Alfarabi, mengatakan beberapa pasien harus menjalani masa isolasi dalam tenda karena keadaan Rumah Sakit Darurat BPWS-Madura sudah overload.

“Dalam satu hari bisa ditemukan 100 lebih antigen positif yang harus di isolasi. Nah kebetulan kapasitas bed BPWS waktu itu masih sekitar 200-an, jadi sementara waktu pasien berada di tenda,” kata Jibril saat dihubungi.

Foto kondisi isolasi pasien Covid-19 di dalam Rumah Sakit Lapangan Badan Pengembang Wilayah Surabaya Madura (BPWS-Madura) di Bangkalan, Jawa Timur, viral di media sosial.

Dalam foto diunggah ulang beberapa netizen, terlihat beberapa pasien yang sedang diisolasi tidur di lantai tanpa alas.

Ada pula pasien dalam tenda yang juga tidur di lantai tripleks tanpa alas.

Wakil Bupati Bangkalan Muhni mengatakan, keluarga pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di tempat itu pun mulai resah.

Namun, dia tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi rumah sakit darurat yang dianggap kurang layak sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Pasalnya, pengelolaan rumah sakit darurat itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Memang kita juga kebingungan bagaimana caranya untuk mengurus pasien OTG ini melakukan isolasi mandiri, kan sempat rame kemarin terkait ini. Jadi lebih baik teman-teman media langsung ke petugas yang bertanggung jawab di sana, petugasnya dari pemprov dan TNI itu ada di Pendopo Rumdin Bupati Bangkalan sebelah timur,” kata Muhni saat dihubungi, Sabtu (26/6/2021).

Makhyan Alfarabi sedang mencari solusi agar pasien Covid-19 di rumah sakit darurat dapat menjalani isolasi secara lebih layak.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah mendatangkan tempat tidur tambahan. Letak tempat tidur juga diatur sehingga tidak terlalu berdekatan satu dengan yang lain.

“Bed juga disiapkan dengan standar medis dan disediakan TV layar lebar dan olahraga outdoor supaya ada hiburan dan imun meningkat,” kata Jibril.

Kendati demikian, Jibril masih menemukan beberapa pasien yang lebih nyaman untuk tidur di lantai.

“Memang hal semacam ini butuh dukungan edukasi dari banyak pihak agar warga karantina (isolasi) paham dan sadar bahwa SOP-nya begitu,” ujar Jibril.

Lebih lanjut, Jibril berharap warga Jawa Timur mau menerapkan protokol kesehatan sehingga penularan virus corona bisa terus ditekan dan rumah sakit tidak lagi penuh. (kempalan)

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Yono

matajatim.id

Disway

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: