Menu

Rutin Tiap Bulan, Komunitas Batuputih Bersatu Santuni Anak Yatim

Rutin Tiap Bulan, Komunitas Batuputih Bersatu Santuni Anak Yatim
Santunan anak yatim oleh Komunitas Batuputih Bersatu (KBB) di Desa Batuputih Laok, Ahad (2/03/2021). (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Komunitas Batuputih Bersatu (KBB) gelar acara santunan anak yatim, Ahad (2/05/2021) bertempat di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Ketua KBB, Moh Asy’ari menjelaskan, KBB merupakan organisasi atau lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Link Banner

Secara struktural, kata Asy’ari kepengurusan KBB telah terbentuk di semua desa yang tersebar di Kecamatan Batuputih.

Salah satu programnya ada santunan anak yatim yang biasa dilaksanakan rutin setiap bulan di tempat yang berbeda secara bergantian di tiap-tiap desa.

Link Banner

“Semoga dengan santunan anak yatim akan menjadi nilai keberkahan bagi kita semua, terlebih sekarang bulan Ramadan,” ujar Asy’ari pada Mata Madura.

Adapun rentetan acara santunan kemarin, lanjut Asy’ari, diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan al-Quran surah Yasin dan istighasah yang dipimpin oleh Kiai Muksin asal Desa Juruan Laok yang juga anggota KBB.

“Semoga kegiatan ini bisa kita pertahankan untuk tahun-tahun berikutnya,” harap Ketua KBB tersebut.

Sementara Kepala Desa Batuputih Laok, Hasan, mengaku bangga dan berterima kasih karena KKB sudah menyantuni anak yatim di Desa Batuputih Laok.

Pihaknya juga mengatakan akan mendukung dan mendorong kegiatan KBB.

“Saya berharap agar KBB bisa bersinergi dengan kepala desa yang ada di Kecamatan Batuputih agar bisa berpartisipasi pada kegiatan santunan anak yatim dan duafa,” ujar Kades Hasan.

Penasehat KBB, Sukri berharap kegiatan tersebut bisa istiqomah dilaksanakan tiap bulan di tiap-tiap desa se-Kecamatan Batuputih. Dan juga bisa menyantuni anak yatim dan duafa yang ada di desa tersebut.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak dan tuan rumah, khususnya Bapak Ramli yang telah ditempati acara silaturahim ini,” tutup Sukri.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Disway

Catatan

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: