Sakit Hati Dapat Ancaman Jadi Alasan Pelaku Bacok Warga Gadding Hingga Tewas

matamaduranews.comSUMENEP-Motif penganiayaan berujung tewasnya korban Ach. Wakid (37), warga Dusun Barona, Desa Gadding, Kecamatan Manding, yang dilakukan tersangka EN (34), ternyata karena sakit hati mendapat ancaman.

Pelaku mengungkapkan alasannya tega melakukan pembacokan itu kepada Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, saat ditanya di depan awak media pada Konferensi Pers siang ini di Mapolres Sumenep.

“Sakit hati. Saya dapat ancaman lewat SMS dari nomor tak dikenal,” kata EN menjawab pertanyaan Kapolres Deddy, Senin (10/02/2020) siang, sekira pukul 12.00 WIB.

Dalam pesan singkat itu, kata EN, si pengirim pesan meminta pelaku untuk jangan mengulangi lagi. Namun, pelaku mengaku tidak tahu siapa sang pengirim.

“Saya hanya menduga saja, mungkin dia (korban, red) yang ngirim,” ungkap EN sambil menunduk.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan asal Desa Tenonan itu menyerahkan diri ke Polsek Manding pada pukul 15.50 WIB, Ahad (9/02/2020) kemarin, diantar oleh Kepala Desa setempat beserta keluarganya.

“Alhamdulillah pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggal telah menyerahkan diri ke Polsek Manding diantar oleh Kades Tenonan beserta keluarga tersangka,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, Ahad (9/02/2020) malam.

BACA JUGA :  Pemuda Maling Motor di Sumenep Ditangkap Polisi, Tak Tega Bila Tahu Tujuannya Mencuri

Pelaku menyerahkan diri setelah sempat dilakukan pengejaran oleh Satreskrim Polres Sumenep yang menyebar ke sejumlah titik. Pasalnya, pelaku melarikan diri pasca melakukan pembacokan terhadap korban pada Sabtu (8/02/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Selain pelaku, Satreskrim Polres Sumenep juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah celurit lengkap beserta sarungnya, pakaian, dan motor Honda Beat bernopol M 5804 WW warna pink kombinasi hitam.

Rafiqi, Mata Madura

Komentar