Menu

Sebanyak 1.347 Lembaga di Sumenep Terima Program BPPDGS

Sebanyak 1.347 Lembaga di Sumenep Terima Program BPPDGS
SIMBOLIS: Bupati Kiai Busyro didampingi Kadis Pendidikan Sumenep, Carto menyerahkan BPPDGS kepada penerima, Jumat (2/10/2020) pagi. (Foto Rusydiyono/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS), Jumat (2/10/2020) pagi bertempat di Hotel Utami.

Penyerahan BPPDGS tersebut tentunya sebagai upaya Pemkab Sumenep untuk mendorong perjuangan pengelola pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas generasi bangsa di Sumenep.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Carto menerangkan, ada 1.347 lembaga penyelenggara pendidikan yang menerima BPPDGS pada tahun ini. Dengan pagu anggaran sebesar Rp 492.000.000 yang bersumber dari APBD Pemprov Jawa Timur.

“Sebanyak 1.347 lembaga itu, rinciannya Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula sebanyak 901 lembaga, Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho sebanyak 28 lembaga, Salafiyah Ula sebanyak 28 lembaga, Salafiyah Wustho sebanyak 31 lembaga,” sebut Carto.

Kemudian SD swasta sebanyak 31 lembaga, Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta sebanyak 51 lembaga, SMP swasta sebanyak 53 lembaga dan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) swasta sebanyak 46 lembaga.

Sementara Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim mengatakan, BPPDGS merupakan upaya pemerintah untuk memajukan penyelenggara pendidikan diniyah supaya meningkatkan kualitas sistem pendidikan demi mengembangkan SDM.

“Batuan ini tentu saja hanya bagian kecil untuk memenuhi kebutuhan lembaga penyelenggara diniyah, karena kebutuhan dana di lembaga penyelenggara sangat besar,” ujar Bupati Busyro.

Makanya, politisi PKB itu meminta pihak lembaga penyelenggara dan guru swasta agar ikhlas penerima bantuan tersebut.

Ikhlas dalam artian tidak dilihat besaran bantuan yang diberikan, karena pemerintah menyadari itu tidak akan setara dengan nilai pengabdian yang dilakukan para guru.

“Maknai bahwa program BPPDGS adalah perjuangan bersama dalam rangka meningkatkan pendidikan diniyah, baik lembaga, santri/siswa dan guru di Kabupaten Sumenep,” ujar suami Nurfitriana.

Terakhir, Bupati Busyro berpesan agar para guru dalam proses belajar mengajar tidak hanya melakukan transfer ilmu pengetahuan saja. Lebih dari itu, harus ada upaya membentuk akhlak anak didiknya.

“Manakala akhlak sudah tumbuh untuk melanjutkan proses pendidikan akan lebih mudah,” pesan Bupati yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyyah Beraji itu.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan

Hukum & Kriminal

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: