Menu

Tembok Retak, Pembangunan Fasilitas Stadion RP Moh Noer Dapat Atensi Kejari Bangkalan

Tembok Retak, Pembangunan Fasilitas Stadion RP Moh Noer Dapat Atensi Kejari Bangkalan
Sidak Anggota Komisi D DPRD Bangkalan ke Stadion Kerapan Sapi R.P. Moh. Noer di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan, Senin (30/9/2019). Insert: Kasi Intel Kejari Bangkalan, Putu Arya Wibisana. (Foto Syaiful/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN– Setelah mendapat sorotan dari Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, pembangunan Fasilitas Stadion Kerapan Sapi R.P. Moh. Noer (SKEP) kini mendapat atensi dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Saat ini, bangunan yang menguras anggaran sebesar Rp 1,5 miliar tersebut proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Akan tetapi sangat disayangkan karena kualitas bangunan tidak sesuai harapan. Bahkan, kondisi gedung sudah mengalami retak-retak di bagian dinding tembok.

Kejari Bangkalan melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel, Putu Arya Wibisana  mengatakan, jika benar anggota dewan menemukan pembangunan yang tidak sesuai spek ketika sidak, pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Tinggal nanti kami menunggu intruksi dan petunjuk pimpinan agar bisa bergerak ke lapangan sesuai dengan petunjuk temuan Komisi D yang sebelumnya sudah melakukan sidak ke lokasi pembangunan. Minimal ada pencegahan dari proses pengerjaan yang tidak sesuai dengan spek, agar segera diperbaiki,” jelas Arya pada Mata Madura, Selasa (01/10/2019).

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan menuding pekerjaan fasilitas Lapangan SKEP kurang baik saat melakukan sidak. Ia menilai pekerjaan yang masih belum selesai di stadion tersebut sudah banyak tembok-tembok yang retak.

Memang, proses perbaikan lapangan, toilet serta pembangunan kios di halaman lapangan dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar itu dikebut agar bisa digunakan dalam acara Festival Karapan Sapi Piala Presiden minggu ini.

Namun, Nur Hasan tetap menyayangkan jika anggaran miliaran tersebut harus terbuang sia-sia karena tak sesuai spek dengan alasan mengejar target.

“Masa pekerjaan yang masih dalam pengerjaan sebagian temboknya sudah retak, tidak masuk akal-lah,” ungkapnya saat melakukan sidak, Senin (30/9/2019) kemarin.

Selain tembok retak, Nur Hasan menyebut banyak pekerjaan yang harus diperbaiki dari pembangunan fasilitas Lapangan SKEP, terutama di tingkat finishing yang kurang baik.

“Saya melihat banyak hal-hal yang harus diperbaiki, terutama di tingkat finishing. Jadi, finishing-nya nanti setelah hendak mau selesai harus diperbaiki lagi dan betul indah kelihatannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi PPP itu berharap agar pembangunan fasilitas  lapangan karapan sapi di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan tersebut tidak dikerjakan asal-asalan.

“Saya berharap kepada CV-nya harus dikerjakan lebih bagus,” pesan Nur Hasan.

Sementara itu, Pengawas Pembangunan Lapangan SKEP, Imam Syafii mengatakan pekerjaan lapangan karapan sapi tersebut di kontraknya harus diselesaikan pada akhir tahun ini.

“Karena minggu depan lapangan ini mau dipakai event lomba Karapan Sapi Piala Presiden, maka mau tidak mau harus sudah selesai meskipun pekerjaannya tidak sesuai harapan,” tuturnya.

Namun, Imam menyampaikan pihaknya tidak akan membiarkan temuan Komisi D DPRD Bangkalan. Ia berjanji nantinya setelah Piala Presiden dilaksanakan, bangunan yang rusak maupun yang tidak sesuai akan diperbaiki.

“Nanti pasti diperbaiki setelah event lomba Karapan Sapi Piala Presiden ini, Mas,” tandasnya.

Syaiful, Mata Bangkalan

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Hukum dan Kriminal

Budaya

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional