Menu

Ternyata, Pelaku Pembunuhan di Bangkalan Masih Satu Keluarga

Ternyata, Pelaku Pembunuhan di Bangkalan Masih Satu Keluarga
Hayat, korban pembunuhan di Bangkalan. (Foto for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Hayat (27) asal Desa Dabung, Kecamatan Gegger, Bangkalan menjadi korban pembunuhan oleh keluarganya sendiri, Senin (4/01/2020) siang.

Hayat meninggal ditebas celurit di bagian paha oleh saudara iparnya, berinisial NR, lantaran diduga terbakar api cemburu.

Hayat menghabiskan masa lajangnya dengan menikahi H, wanita asal Desa Lerpak, Gegger, Bangkalan.

Sedangkan NR tercatat sebagai sepupu dari H, istri Hayat, korban.

“Iya yang meninggal itu adalah almarhum Hayat. Hayat beristri ke Desa Lerpak. Mertua Hayat inisial PG. PG ini memiliki ponakan inisial NR. NR ini adalah pelaku pembunuhan Hayat,” papar warga inisial S saat memberikan keterangan pada Mata Madura.

Informasi terbunuhnya Hayat oleh NR karena terbakar api cemburu. Lantaran NR salah paham diduga korban main mata dengan si istri NR.

“Dugaan sementara Hayat terbunuh lantaran diduga terbakar api cemburu,” papar S, Senin (4/01/2020) sore.

Penelusuran Mata Madura, Hayat sebelum menjadi korban pembunuhan sempat menulis status di akun Facebook-nya yang bikin netizen terenyuh.

“Saya berada pada titik di mana saya tidak berharap banyak lagi dari orang lain. Jika mereka mau menolong, saya terima. Jika mereka mau bicara, saya dengarkan. Jika mereka ingin menjauh, silahkan. Jika mereka menganggap saya musuh, tak apa. Selamat tahun Baru 2021,” tulisnya di akun FB pada tanggal 1 Januari 2021.

Baca Juga: Breaking News: Pria di Bangkalan Tewas Dibunuh Pakai Celurit

Kerabat korban, Muhid tidak menyangka kepergian kerabatnya itu begitu cepat dan mengenaskan.

Muhid cukup mengenal pribadi Hayat sebagai orang baik dan pekerja keras.

Kata Muhid, Hayat menekuni berbagai macam hobi sebagai musisi dengan banyak bakat.

“Almarhum Hayat pernah menekuni dunia musik, dia ahli di bidang drum, organ dan gitaris. Di Desa Dabung dijuluki Hayat Gitaris,” papar Muhid, Senin (4/01/2020) sore.

Mengikuti perkembangan jaman, cerita Muhid, si Hayat sejak 2018 sudah beralih profesi menjadi fotografer dan kameramen.

“Saat ini dia menekuni dunia fotografer dan menjadi youtuber. Semoga almarhum Hayat khusnul khotimah,” kenang Muhid kepada Mata Madura.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

MMN

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: