4 Ulama Yang Memilih Murtad

matamaduranews.com-Seandainya Allah berkehendak, semua umat manusia menjadi muslim. Tapi Allah tak berkehendak demikian.

Kenapa?

Itulah kekuasaan Allah untuk mengetahui siapa hamba-Nya yang bertaqwa.

Dalam surat An-Nahl : 93, Allah SWT berfirman:

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya,”.

Meski berpredikat ulama atau ahli agama. Tak lepas dari hidayah Allah untuk bertaqwa.

Berpindah keyakinan dari muslim bukan melulu dimiliki mereka yang awam terhadap agama.

Ada pula beberapa ulama yang memilih berpindah Islam.

Melansir dari situs Journeytoorthodoxy, berikut empat orang ulama yang memutuskan berpindah keyakinan menjadi nasrani.

1. Abdullah Al-Qasimi
Abdullah Al-Qasimi meninggal murtad dan bahkan tak memiliki agama kala mengembuskan napas terakhir. A-Qasimi dikenal merupakan mahasiswa teladan dan cerdas.

Ia disebut orang pertama di era modern yang menulis kritikan ilmiah terhadap Universitas Al Azhar, Mesir. Kecerdasannya ini terus terlihat dengan banyaknya buku yang ia baca dan tulis.

Al-Qasimi menulis sebuah buku berjudul “As-Shira’ Baini al-Islam wa al-Watsaniyyah“.

Buku yang berarti “Peperangan antara Islam dan Pemuja Berhala” ini dipuji oleh guru-gurunya dan umat Islam di era tersebut.

Melansir Geotimes, Al-Qasimi mulai berubah menjadi sombong karena kepandaiannya.

Ulama besar tersebut sering memasukkan puisi dan syair berisi pujian untuk dirinya sendiri di sampung buku yang sudah ia tulis.

Rasa sombong ini sedikit demi sedikit mulai mengubah pemikiran Al-Qasimi.

Parahnya, kesombongan karena kepandaian bukanlah satu-satunya penyebab permulaan perubahan diri sang ulama.

Ulama kelahiran 1907 ini diketahui jatuh cinta dan menikah dengan seorang gadis ateis di Beirut.

Pada akhirnya ulama ini memang murtad dan memeluk atheisme hingga tutup usia di 1 September 1996.

2. Imad Uddin Lahiz
Mantan ulama paling tersohor kelahiran India, Imad Uddin Lahiz ini dibesarkan di lingkungan keluarga muslim yang taat.

Imad dikenal sebagai penerjemah Al-Quran ke bahasa Urdu serta menulis beberapa tafsir. Ketertarikannya berpindah agama setelah adanya perdebatan besar di Kota Agra pada 1854.

Imad pun mempelajari kehidupan seorang sufi Maulvi Safdar Ali. Sejak itu, Imad serta keluarganya memilih berpindah keyakinan.

BACA JUGA :  Koh Steven dan Kisah 1 Camp Pekerja China Masuk Islam

Menurut jejak daring yang ditelusuri oleh tim InsertLive, sosok Imad Uddin pernah menulis buku biografi kehidupannya pada tahun 1866 serta menulis buku Tahqiq Ul Iman, sebagaimana dijabarkan dalam buku ‘Christians and Missionaries in India’ yang dieditori oleh Robert Eric Frykenberg.

3. Khalif Majid Hassan
Khalif Majid Hassan dikenal sebagai salah satu mantan petinggi Perserikatan Islam di Inggris pada tahun 1974.

Ia membaca Al-Quran dan buku-buku Islam. Keyakinannya sedikit berkurang saat ia membandingkan isi buku yang tak seluruhnya sama seperti yang diajarkan oleh Nabi.

Pada tahun 1985, Khalif membahas soal agama Islam di keluarganya yang taat pada ajaran Kristen.

Namun, pihak keluarganya enggan meneruskan perdebatan dan mengatakan bahwa suatu saat Khalif akan pindah ke agama yang sama dengan mereka.

Saat itu ia berdoa dan meminta petunjuk agar keluarganya bisa masuk Islam namun keluarganya serta ratusan jemaat lain mendoakannya kembali ke ajaran Kristus.

Pada 1986, ia mengubah keyakinannya dan menjadi pemimpin gereja paling berpengaruh di Inggris.

Berdasarkan jejak daring yang ditelusuri oleh tim InsertLive, dalam situs Answering Islam dimuat sebuah artikel yang menjelaskan cerita Khalif Majid Hassan dalam headline bertajuk ‘I was a Minister in the Nation of Islam’.

4. Hajji Husman Mohamed

Hajji Husman Mohamed meninggalkan keyakinannya sebagai muslim pada tahun 2003 lantaran mendapat lingkungan yang tidak baik di Ethiopia sejak kecil.

Hal itu diperparah dengan keadaan pemerintah yang semakin tidak peduli dengan kerusakan di tempat ibadah termasuk gereja hingga ia memilih untuk berpindah keyakinan.

Mirisnya, dalam artikel di situs Journeytoorthodoxy, terdapat cerita yang menjelaskan bahwa ia dan keluarganya disiksa karena ketahuan pindah agama.

Saksi mata menyebutkan bahwa istrinya yang tengah hamil tak luput dari tindakan penganiayaan.

Berdasarkan penelusuran timInsertLive melalui daring, informasi soal Hajji Husman Mohamed hanyalah sedikit dan tak dijelaskan pula bagaimana kisah kehidupannya selain dari sumber yang dicuplik tersebut.

sumber: insertlive.com

Komentar