Berita UtamaEkonomi

Komisi II DPRD Sumenep Dorong Penyediaan Lapak Online untuk Produk UMKM

×

Komisi II DPRD Sumenep Dorong Penyediaan Lapak Online untuk Produk UMKM

Sebarkan artikel ini
Rasidi
Rasidi Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep dan juga anggota Komisi II DPRD Sumenep.

matamaduranews.comSUMENEP — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Rasidi, menilai keberadaan lapak online menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Menurutnya, di era digital saat ini, pemasaran produk tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan secara konvensional atau offline.

Rasidi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMKM dan Perindag) perlu mengambil peran strategis dengan menyediakan fasilitas lapak online resmi yang dapat menampung dan mempromosikan produk-produk UMKM lokal.

“UMKM kita punya potensi besar, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk olahan. Tetapi tanpa dukungan sistem pemasaran digital, jangkauan pasarnya akan terbatas. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyediakan lapak online sebagai etalase bersama bagi produk UMKM Sumenep,” ujar Ketua Fraksi PKB Sumenep ini, Jumat 10 April.

Lanjut  Rasidi, keberadaan lapak online tidak dimaksudkan untuk menggantikan pasar tradisional atau penjualan langsung, melainkan sebagai pelengkap agar pelaku UMKM memiliki dua jalur pemasaran sekaligus, yakni offline dan online.

BACA JUGA :  Jelang Deklarasi Bebas Narkoba, Aparat Gabungan Bersih-Bersih Kampung Narkoba

“Ke depan, pola jualan UMKM harus dua arah. Tetap kuat di pasar offline, tetapi juga aktif di pasar online. Dengan begitu, produk UMKM bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk dari luar daerah,” tegasnya.

Selain itu, Rasidi juga mendorong agar lapak online yang disediakan pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampilkan produk, tetapi juga terintegrasi dengan sistem pemesanan, pembayaran digital, dan layanan pengiriman barang. Menurutnya, hal tersebut akan meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mempercepat transformasi ekonomi digital di Kabupaten Sumenep.

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

“Kalau pemerintah menyiapkan infrastrukturnya, pelaku UMKM tinggal fokus pada kualitas produk. Ini akan menjadi ekosistem ekonomi yang sehat. UMKM tumbuh, pasar bergerak, dan ekonomi daerah ikut menguat,” pungkasnya. (ras)

Tinggalkan Balasan