Aksi Bela Nabi SAW; Ketua DPRD & Demonstran Laporkan Sukmawati ke Polres

Mata Madura - 23/11/2019
Aksi Bela Nabi SAW; Ketua DPRD & Demonstran Laporkan Sukmawati ke Polres
Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman saat melaporkan Sukmawati ke Polres Pamekasan (matamadura.mohlis) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.comPAMEKASAN-Ratusan ulama, habaib, ustad dan santri di Pamekasan bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Pamekasan, Jumat siang  (22/11/2019).

Mereka menuntut agar Sukmawati ditangkap dan dipenjara karena diduga telah membanding-bandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Ir. Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Serta membandingkan Al-Quran dengan Pancasila.

Sebelum mendemo DPRD Pamekasan, peserta aksi  berkumpul di Monumen Arek Lancor. Mereka berjalan kaki menuju Gedung DPRD Pamekasan.

Dalam aksinya, para demonstran meminta kepada Instusi Polri agar Sukmawati ditangkap dan dipenjara.

Orator Aksi, Ustad Suherman menyebut, pernyataan Sukmawati dalam video pendek yang viral itu merupakan bentuk penistaan agama.

“Bagi kami pernyataan Sukamawati itu telah melecehkan umat Islam,” ucapnya dengan suara keras di depan ratusan demonstran.

Karena itu, Ustad Suherman meminta kepada institusi Kepolisian RI untuk segera menangkap Sulmawati untuk mempertanggungjawabkan secara hukum.

Selain menuntut sikap tegas kepolisian, peserta aksi juga meminta anggota DPRD Pamekasan untuk bersama-sama melaporkan dugaan penistaan agama Puteri Soekarno tersebut ke Polres Pamekasan.

“Kami hadir di sini mengajak anggota dewan selaku perwakilan rakyat untuk ikut serta melaporkan Sukmawati ke Polres Pamekasan,” pinta Ustad Suherman di depan Gedung DPRD Pamekasan.

Di tengah orasi, Ustad Suherman akan melapor sendiri jika para anggota DPRD ciut nyali tak mau menemui para demonstran.

“Jika para anggota dewan tidak mau keluar menemui kami para demonstran, maka kami akan tetap melapor ke polisi,” imbuhnya.

Tak berselang lama, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman keluar gedung menemui para demonstran.

Fathor Rohman mengamini apa yang dicita-citakan para ulama dan habaib agar Sukmawati segera di proses hukum.

“Saya sangat mengamini apa yang dicita-citakan para ulama dan habaib (tangkap Sukmawati),” ucap Ketua DPRD Pamekasan dalam pernyataan di hadapan ratusan demonstran.

Secara tegas, Fathor-panggilan akrabnya-mewakili DPRD Pamekasan akan terus bersama para ulama dan habaib.

“Kami mewakili DPRD Pamekasan akan selalu bersama para ulama dan para habaib untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat umat Islam,” tegas Ketua DPRD Pamekasan dari Fraksi PPP ini.

Di luar dugaan, Fathor secara jentel menyatakan untuk bersama para demonstran akan melaporkan aksi pelecehan agama oleh Sukmawati.

“Saya akan melaporkan sendiri ke Polres Pamekasan yang akan didampingi oleh para ulama dan habaib”, tandas mantan calon Wakil Bupati Pamekasan 2018 tersebut.

Kepada para demonstran, Fathor menilai apa yang dikatakan Sukmawati merupakan pelecehan agama.

“Nabi Muhammad SAW ini tidak ada yang mampu menandingi. Karena Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi yang sangat mulia,” imbuh Fathor yang disambut gelora takbir ratusan demonstran.

Setelah aksi selesai, Fathor bersama demonstran melaporkan pernyataan Sukmawato ke Polres Pamekasan guna menindak lanjuti permintaan para aksi.

Mohlis, Mata Madura

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->