Bangkalan Darurat Penembak Misterius? Ini Kata Korban Penembak Misterius

Mata Madura - 07/11/2016
Bangkalan Darurat Penembak Misterius? Ini Kata Korban Penembak Misterius
Korban Kekerasan di Bangkalan sempat diulas di Majalah Mata Madura edisi 3-16 Oktober 2016. - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner
Korban Kekerasan di Bangkalan sempat diulas di Majalah Mata Madura edisi 3-16 Oktober 2016.

Korban Kekerasan di Bangkalan sempat diulas di Majalah Mata Madura edisi 3-16 Oktober 2016.

MataMaduraNews.comBANGKALAN-Korban penembak misterius di Bangkalan, Madura, Jatim kian bertambah. Dari catatan Mata Madura, korban penembak misterius dengan senjata api (senpi) jenis soft gun atau rakitan berulang kali terjadi di Bangkalan. Anehnya, para pelaku masih belum ada yang tertangkap.

Sebut saja, korban penembak misterius yang menimpa Mathur Husyairi, aktivis pegiat anti korupsi Bangkalan, di awal 2015 lalu. Mathur ditembak orang asing dengan senjata rakitan. Berikutnya, Maliki (45), warga Desa Lajing, Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota tertembak senpi jenis gotri di pinggang kanan saat bonceng anaknya, tak jauh dari kediamannya, Rabu (28/9/2016) malam. Hingga kini, pelakunya juga belum terungkap.

Beberapa hari lalu, Polsek Tanjung Bumi berhasil menggagalkan upaya penjualan senpi dari tangan seorang warga sipil, Iska Permadi (32), asal Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Selasa (1/11/2016). Senpi itu dibeli Iska Ismadi dari tangan seorang tak dikenal seharga Rp 25 juta.

Pada Sabtu malam (5/11/2016), Brigader Nur Kholis, tertembak di paha kanannya saat menegur orang asing yang memanjat pagar rumah tetangganya (Sudaryanti) pada pukul 22.30 WIB di Perum Nilam Permai. Teguran anggota intelkam Polres Bangkalan ini, membuat dia tersinggung. Lalu mengajak duel dan pelaku mengeluarkan tembakan senpi jenis soft gun.

Fenomena korban senpi rakitan di Bangkalan memantik komentar korban penembakan, Mathur Husyairi. Kepada Mata Madura, Mathur menilai kejadian yang menimpa Nur Kholis, anggota Polres Bangkalan, menunjukkan Bangkalan tidak hanya darurat narkoba. Melainkan juga darurat penembak misterius. “Saya sangat kecewa. Selama ini banyak kasus pembunuhan yang harus terengut dengan senjata api baik soft gun atau rakitan masih belum jelas tindak lanjutnya,” terang Mathur berapi-api.

Karena itu, Mathur mendesak Polres Bangkalan dan Polda Jatim segera menelusuri kepemilikan senpi rakitan yang legal maupun ilegal. “Kalau perlu turunkan petugas intelkam untuk menelurusurinya. Bahkan jika dianggap pernting turunkan pula anjing pelacak,” tambahnya.

Menurut Mathur, senpi rakitan atau sejenis banyak bertebaran di Bangkalan. Meski Polres meminta agar pemiliknya menyerahkan dengan suka rela, tapi berbuah nihil. “Lebih baik Polisi harus proaktif agar lebih cepat merubah keadaan Bangkalan,” papar alumni UIN Sunan Ampel ini.

“Semoga, ada aksi nyata dari jajaran polri untuk membenahi Bangkalan. Semoga perbuatannya sebagai ibadah yang akan melukis sejarah manis di Bangkalan,” tutupnya.

Eko, Mata Bangkalan

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->