Pendidikan

Baru Berumur 3 Tahun, SMP Binar Sumenep Sudah Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

×

Baru Berumur 3 Tahun, SMP Binar Sumenep Sudah Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
SMP Binar
DARI KIRI: Kadisdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, Zahira Nazywa Ramadhani, Kepala SMP Binar Sumenep, Istianah Sandy

matamaduranews.com-Baru berumur 3 tahun. SMP Binar Sumenep sudah menorehkan prestasi tingkat nasional.

Melalui salah satu siswanya, Zahira Nazywa Ramadhani. Dia mewakili Provinsi Jawa Timur sebagai peserta Bintang Sobat SMP Tingkat Nasional 2024.

Nama Kabupaten Sumenep pun ikut harum. Sebab, Zahira Nazywa satu-satunya siswa SMP di Pulau Madura yang lolos seleksi itu.

Bintang Sobat SMP yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuan Bintang Sobat adalah mengajak pelajar agar bisa mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Proses seleksi dimulai sejak Maret secara bertahap. Pada Mei 2024. Zahira Nazywa dinobatkan menjadi Bintang Sobat SMP Tingkat Nasional bersama 82 siswa SMP se Indonesia.

Bintang Sobat SMP 2024 diberi pelatihan soft skill. Lalu membuat tugas video campaign dengan topik program prioritas.

Dalam aktivitas publikasi Direktorat SMP, Bintang Sobat dilibatkan sebagai pembawa acara, narasumber, talent video.

Di media sosial Direktorat SMP. Bintang Sobat mengisi konten khusus.

Dinas Pendidikan kabupaten/kota juga melibatkan Bintang Sobat SMP dalam kegiatan pendidikan dan kebudayaan di daerah masing-masing.

Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra mengaku bangga terhadap Zahira Nazywa yang dapat berprestasi di tingkat nasional.

Agus berharap, Zahira Nazywa bisa memberi motivasi kepada siswa SMP lainnya di Kabupaten Sumenep agar terus menorehkan prestasi.

Sekedar diketahui, SMP Binar Junior High School (JHS) merupakan sekolah menengah swasta di Kota Sumenep, yang berdiri 3 tahun lalu.

Pada tahun 2021, sekompok guru muda yang peduli terhadap pendidikan karakter anak-berkumpul. Mereka sepakat bergabung. Lalu mendirikan sekolah menengah yang konsern terhadap adab dan bakat siswa.

Pada tahun pertama. Sebanyak 20 siswa/siswi menempati rumah kosong. Sebagai tempat belajar siswa. Tahun kedua pun sama.

Baru di tahun ketiga, para siswa dan siswi SMP Binar menempati gedung baru di Desa Kebonagung, Kota Sumenep.

Bangunan Ruang Kelas Belajar siswa itu hasil dari donatur. Bukan dari hibah pemerintah.

Pada tahun ajaran baru 2024. SMP Binar baru bisa membuka dua kelas. Merespon animo orang tua siswa yang tak terbendung untuk menyekolahkan putranya ke SMP Binar.

Setahun sebelumnya. Para ortu siswa sudah mendaftar ke SMP Binar. Menjelang tahun ajaran baru. Dilakukan seleksi.

Setiap kelas dibatasi 20 siswa/siswi. Pembatasan itu dilakukan seleksi ujian. Memilih 20 siswa dalam satu kelas untuk tahun ajaran baru.

Kepala SMP Binar Junior High School, Istianah Sandy sejatinya ingin membuka ruang kelas lebih dari yang ada. Tapi apa daya. Ruang belajar siswa terbatas.

Pada tahun 2024. Baru tersedia ruang belajar baru. Sehingga baru bisa membuka dua kelas

BINAR memiliki makna Bina Insan Rabbani. SMP Binar, menerapkan tiga kurikulumm. Yakni, Kurikulum Adab sebagai kompetensi utama, Kurikulum Bakat sebagai kompetensi unggulan, dan Kurikulum Nasional dengan pendekatan tematik. (ham)

KPU Bangkalan