Bupati Busyro Minta Tren Penurunan Angka Kematian Bayi Ditingkatkan

Mata Madura - 02/02/2020
Bupati Busyro Minta Tren Penurunan Angka Kematian Bayi Ditingkatkan
Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim saat sambutan di acara Muscab VII IBI Cabang Sumenep, Sabtu (1/02/2020) pagi. (Foto Humas Pemkab Sumenep for Mata Madura) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Bupati KH A. Busyro Karim meminta tren penurunan angka kematian bayi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus ditingkatkan.

Pasalnya, hal itu mengindikasikan adanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu wujud keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

Penurunan angka kematian bayi tersebut diungkapkan Bupati Busyro saat menghadiri sekaligus membuka Muscab VII IBI Cabang Sumenep di Gedung KORPRI, Sabtu (1/01/2020) kemarin.

Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Sumenep tahun 2017, jumlah kematian bayi sebanyak 33 kasus, dengan besar angka kematian bayi sebesar 2 dari 1.000 kelahiran hidup tahun 2017.

“Angka tersebut lebih rendah dari target Nasional tahun 2017 sebesar < 25 per 1.000 kelahiran hidup,” ujar Bupati Busyro.

Sedangkan pada tahun 2018, jumlah kematian bayi sebanyak 28 kasus, dengan besar angka kematian bayi sebesar 2 dari 1000 kelahiran hidup tahun 2017.

“Angka tersebut juga lebih rendah dari target Nasional tahun 2017 sebesar < 25 per 1.000 kelahiran hidup,” jelas Bupati Busyro.

Tren penurunan angka kematian bayi itu, kata dia, harus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Bupati yakin, target itu bisa tercapai mengingat SDM bidan di Sumenep sangat memadai.

“Sampai saat ini, jumlah bidan di Kabupaten Sumenep secara keseluruhan berjumlah 1.190 bidan, dengan rincian 1.140 bidan aktif dan 50 bidan tidak aktif,” terang Bupati Busyro.

Ia tidak menampik bahwa masih banyak persoalan terkait bidan di Sumenep. Salah satunya sarana dan prasarana bidan di desa yang belum merata, dan banyaknya lulusan bidan setiap tahun, namun lowongan pekerjaan terbatas.

“Termasuk alokasi bidan PTT setiap tahun juga terbatas,” imbuh Bupati Busyro.

Yang pasti, pihaknya mengimbau agar para bidan fokus meningkatkan kinerjanya. Salah satunya jangan suka meninggalkan wilayah tugas.

“Jika para bidan sering tidak ada di tempat, yang rugi masyarakat. Sebab, orang melahirkan tidak bisa diduga dan terjadi sewaktu-waktu,” pesan Bupati Busyro.

Rafiqi, Mata Madura

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->