Menu

Curhat Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Curhat Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
dr. Erliyati, M.Kes, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. (Foto for Mata Madura)

matamaduranews.comSUMENEP-Seringkali sebuah persoalan muncul karena dipicu kesalahpahaman antara dua pihak atau lebih. Sebab itu, diperlukan sikap saling mengerti dan menghormati antara satu dengan lainnya.

Begitu kira-kira pesan yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dokter Erliyati, ketika ditemui di ruang kerjanya dan ditanya sikap terkait beberapa insiden yang terjadi di rumah sakit yang kini ia nahkodai.

Dokter Erli, sapaan akrab direktur rumah sakit pelat merah tersebut menyampaikan bahwasanya rumah sakit sebagai pusat kesehatan yang melibatkan banyak orang tentunya memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan beberapa aturan yang harus disepakati bersama.

Karena jelas tujuan dari SOP dan peraturan lainnya yang diterapkan di rumah sakit pasti untuk kebaikan bersama dan demi tercapainya target pelayanan kesehatan masyarakat Sumenep yang paripurna.

“Kita bekerja ada SOP-nya, jadi siapapun yang berkepentingan dengan rumah sakit mohon pengertiannya,” ucap dokter Erli, Kamis (10/06/2021) siang.

Terlepas dari adanya kelalaian ataupun kesalahan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, dokter Erli mengaku pihaknya menyediakan ruang pengaduan, baik secara langsung ataupun tertulis.

“Misal mendapati pelayanan dinilai kurang baik masyarakat bisa langsung menyampaikan ke ruang PUSPA RS atau di kotak saran, bahkan kalau perlu beritahukan kami melalui telepon,” pinta dokter Erli.

Ia pun berharap adanya kerjasama antara masyarakat dengan pihak rumah sakit. Kerja sama dimaksud agar saling memahami dan mengerti haknya sebagai pasien atau keluarga pasien, tetapi juga harus menghargai beberapa aturan yang diberlakukan.

Termasuk di antaranya, kata dolter Erli adalah larangan tidak boleh merokok di rumah sakit dan batasan jumlah pengunjung.

“Soalnya sekarang pandemi Corona belum juga usai, itu saja sama-sama minta pengertiannya,” tuturnya dengan nada memohon.

Sebaliknya, dokter Erli juga mengimbau siapapun petugas rumah sakit agar sabar dan bijak dalam menghadapi masyarakat.

Kenapa demikian, karena disadari atau tidak orang yang datang ke rumah sakit dalam keadaan panik, lebih-lebih keluarga pasien.

“Intinya rumah sakit bukan untuk perorangan, melainkan untuk melayani seluruh masyarakat Sumenep. Jadi mohon jika ada kesepahaman komunikasikan dengan baik agar kita sama-sama nyaman,” tutup dokter Erli.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: