Menu

Demi Visit, Disparbudpora Sumenep Rencanakan Wisata Pesantren

Demi Visit, Disparbudpora Sumenep Rencanakan Wisata Pesantren
Kadisparbudpora Sumenep, Sufiyanto, usai menghadiri FGD Visit Sumenep 2018 di Setda Kabupaten Sumenep, Senin (03/04/2017) kemarin. (Foto/Mawardi, Mata Sumenep)
Link Banner
Kadisparbudpora Sumenep, Sufiyanto, usai menghadiri FGD Visit Sumenep 2018 di Setda Kabupaten Sumenep, Senin (03/04/2017) kemarin. (Foto/Mawardi, Mata Sumenep)

Kadisparbudpora Sumenep, Sufiyanto, usai menghadiri FGD Visit Sumenep 2018 di Setda Kabupaten Sumenep, Senin (03/04/2017) kemarin. (Foto/Mawardi, Mata Sumenep)

MataMaduraNews.com SUMENEP – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berencana memilih pesantren menjadi salah satu destinasi wisata Visit 2018. Hal ini disampaikan Kepala Disparbudpora, Sufiyanto, Senin (03/04/2017) kemarin, usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

Disparbudpora, kata Sofi-panggilannya, akan memilih pondok pesantren dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Diantaranya memiliki taman yang bagus dan beberapa hal menarik lainnya.

”Pondoknya bagus-bagus untuk dijadikan sebagai wisata pesantren,” ujarnya.

Sejumlah pesantren yang akan dipilih, sambung mantan Kabag Humas Setdakab Sumenep itu, akan bervariasi. Mulai dari yang berbasis modern, tradisional dan salaf,  nantinya akan dicari yang tepat untuk dijadikan sebagai wisata pesantren.

Terlaksananya wisata pesantren ini, menurutnya, agar para wisatawan, selain mendapat hiburan dalam berlibur, juga dapat pencerahan atau terapi dari kiai dimana wisatawan menginap. Hal itu bahkan dianggap menjadi salah satu daya tarik kepada wisatawan yang diperkirakan bakal berjubel pada Visit 2018 nanti.

”Ini lho kalau mau nginap disini. Salah satu keuntungan dapat terapi jiwa dari kiai,” katanya, mencontohkan.

Terkait objek wisata, Sofi menegaskan tidak langsung serta-merta untuk memilih pesantren menjadi destinasi. Rencananya, akan ada sejumlah pesantren dahulu sebagai percontohan.

”Kita garap dulu. Semisal ada lima pondok, kita pilih lalu kita kemas semisal dari bentuk toiletnya dan lain-lain. Pada akhirnya merambat menjadi contoh ke depan,” tambahnya, optimis.

Apalagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi sudah melakukan survie. Hasilnya, Tim ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) menyatakan kabupaten ujung timur pulau Madura ini, sangat layak untuk Fam Trip MTF (Majapahit Travel Fair).

”Kemarin sudah survei. Dinas Provinsi kemudian tim ASITA menyatakan Sumenep sudah sangat layak,” terangnya.

Reporter: Mawardi, Mata Sumenep | Editor: Rafiqi

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: