Menu

Diduga Perkosa Santrinya, Oknum Kiai di Bangkalan Terancam 15 Tahun Penjara

Diduga Perkosa Santrinya, Oknum Kiai di Bangkalan Terancam 15 Tahun Penjara
AKP Agus Sobarnapraja, Kasatreskrim Polres Bangkalan. (matamadura.syaiful)

matamaduranews.comBANGKALANOknum Kiai inisial MYS (49) asal Blega, Bangkalan, Madura terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kiai MYS, salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Desa Lomaer, Blega, Bangkalan itu kini ditahan di Mapolres Bangkalan setelah ditetapkan tersangka pada 29 Desember 2020 lalu dengan kasus dugaan pemerkosaan pada santrinya yang masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja menyatakan, berkas kasus pemerkosaan yang melibat Kiai MYS sudah tahap P21 dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

“Tidak ada pengakuan dari tersangka MYS, jika pernah menyetubuhi santrinya. Tetapi itu tidak masalah. Tinggal nantinya pembuktian di persidangan,” kata Kasat Agus kepada Mata Madura.

Menurut Agus, saat melancarkan aksinya itu, korban sebenarnya sempat melakukan perlawanan terhadap tersangka. Namun karena tak berdaya korban hanya bisa pasrah atas paksaan si oknum Kiai MYS.

“Sempat melawan sebetulnya. Tapi karena posisinya sendiri dan perempuan ya akhirnya terjadi pencabulan itu,” terang Agus.

Kasat Agus kembali menjelaskan, pihak kepolisian menduga, selain korban santri MB (20) asal Kecamatan Galis itu juga ada indikasi korban lain yang diperkosa pengasuh Ponpes tersebut.

“Informasi memang ada (korban lain), tapi pembuktian secara hukum belum,” tambahnya.

Agus menambahkan, penanganan kasus pemerkosaan yang dilakukan pengasuh Ponpes itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sebab, kejadian pemerkosaan terjadi pada tahun 2016 dan 2019.

Sehingga, dalam melakukan tindakan penyidikan pihaknya harus berhati-hati.

“Hasil visum menjadi penguat alat bukti, dan memang ada bekasnya (pemerkosaan), luka baru dan luka lama,” tambahnya.

BACA JUGA: Kisah Oknum Kiai di Bangkalan yang Diduga Perkosa Santrinya Hingga Tiga Kali

Kata Agus, pelaku si oknum kiai bisa dijerat pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 sub pasal 286 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, Bunga (samaran) santri putri yang jadi korban dugaan pemerkosaan si oknum kiai-pengasuh salah satu pesantren di Kecamatan Blega, Bangkalan.

Korban menjadi santri si oknum kiai di pondok pesantren yang diasuhnya sejak 4 tahun lalu, tepatnya tahun 2016.

Pada umur 16 tahun, setelah lulus MTs, korban mondok di salah satu pesantren di Blega asuhan si oknum kiai untuk mencari ilmu agama.

Tapi, nasib sial menimpa si santri.

Pada pagi hari, di tahun 2016 lalu. Si oknum kiai mendatangi korban di kamar santriwati. Si oknum merayu korban lalu memaksa untuk melayani nafsunya.

Korban sempat menolak. Tapi, si pengasuh pesantren itu terus memaksa korbanuntuk berbuat layaknya suami istri.

Karena ketagihan. Beberapa bulan berikutnya.  Oknum Kiai itu kembali mendatangi korban pada pagi hari ketika para santriawati pergi ke sekolah.

Si oknum kiai itu kembali merayu dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya dan melakukan perbuatan tak senonoh.

Perbuatan kedua ini dilakukan si pengasuh di bulan Juni 2016 bertempat di kamar tidur korban, lokasi pondok putri.

“Kejadian kedua diperkosa di kamar santri, tempat anak saya tinggal. Kejadiannya, sekitar pukul 07.30 WIB pagi hari,” cerita RS, ayah korban kepada Mata Madura, Sabtu (19/12/2020), usai melapor di Mapolsek Blega.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

MMN

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: