Menu

Dijual ke Penadah Surabaya, Oknum ASN Sumenep Ini Curi Sepeda Pancal 35 Kali

Dijual ke Penadah Surabaya, Oknum ASN Sumenep Ini Curi Sepeda Pancal 35 Kali
Sebanyak 23 sepeda pancal yang disita Satreskrim Polres Sumenep dari tersangka AS (pencuri) dan MS (penadah) dalam kasus tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat sepeda pancal. (Foto Rafiqi/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-AS (47) oknum ASN Sumenep yang diringkus Unit Reskrim Polsek Kota pada Ahad pagi (9/02/2020) lalu akibat mencuri sepeda pancal di Taman Adipura, ternyata benar menjual sepeda curiannya ke penadah Surabaya.

Hal ini sebagaimana diakui AS kepada Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi pada gelar Konferensi Pers di Lobi Mapolres Sumenep, Rabu (26/02/2020) siang, yang kemudian disampaikan Kapolres kepada awak media.

“Jadi tersangka AS ini sudah melakukan pencurian sepeda pancal atau sepeda angin sebanyak 35 kali dan dijual ke penadah di Surabaya,” ujar Kapolres Deddy.

Baca Juga: Curi Sepeda Pancal di Taman Adipura, Oknum ASN di Sumenep Dihajar Pemiliknya

Berdasarkan pengakuan AS, puluhan sepeda pancal yang dicurinya dijual ke penadah berinisil MS (43) di Surabaya. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap sang penadah di tokonya.

“Tersangka MS ditangkap di Jl. Pengampon, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya,” jelas Kapolres Deddy.

Kepada Kapolres, MS mengaku berasal dari Kabupaten Sampang, Madura. Tetapi, dia sudah lama punya toko sepeda di Surabaya.

Baca Juga: Ternyata, Oknum ASN Sumenep Ini Curi Sepeda Pancal Buat Bayar Cicilan Mobil

“Sudah 20 tahun, kalau beli sepeda begini (hasil curian, red) baru kali ini,” ujar MS saat ditanya Kapolres Deddy.

Waktu penangkapan MS, polisi juga menyita barang bukti berupa 21 sepeda pancal berbagai merek dan 1 unit merek Samsung tipe J4+ warna merah muda.

Baca Juga: Diangkut Pakai Mobil Innova, Oknum ASN Sumenep Hendak Jual Sepeda Pancal Curian ke Surabaya

Sementara dari tersangka AS, barang bukti yang disita berupa 2 unit sepeda pancal merek Polygon, 1 unit mobil Toyota Innova nopol L 1532 LG, yang digunakan untuk mengangkut hasil curian, dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu sisa hasil kejahatan.

Selain itu, polisi juga menyita sepasang sepatu merek Nike hasil kejahatan, 1 unit HP merek Realme warna hitam hasil kejahatan, dan kunci ring serta kunci pas 16-17 digunakan sebagai alat membuka roda sepeda pancal sebelum dimasukkan ke mobil Innova.

Rafiqi, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

1 Komentar

Lowongan

Ra Fuad Amin

Pilkada 2020

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: