Fitra Jatim Minta Pengelola Puspa Agro Dievaluasi

Dakelan, Koodinator Fitra Jawa Timur. foto for Mata Madura Biro Jatim
Dakelan, Koodinator Fitra Jawa Timur.
foto for Mata Madura Biro Jatim

MataMaduraNews.comJATIM-Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jatim menyoroti pengelolahan Pasar Induk Puspa Agro yang menelan dana Rp 585 Miliar. Sebab, sampai sekarang Puspa Agro dinilai tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada masyarakat secara signifikan.

Dakelan, Koordinator Fitra Jatim kepada Mata Madura Biro Jatim, Kamis, (02/02/2017), mendesak kepada Pemprov Jatim agar segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pengelolahan Pasar Induk Puspa Agro agar bisa memberi dampak ekonomi secara nyata kepada masyarakat.

“Harus ada evaluasi. DPRD harus mengontrol, karena dana yang digunakan dari APBD harus bisa memberi peningkatan ekonomi secara signifikan,” katanya via telpon.

Dakelan, bercerita bahwa Fitra pernah menemukan kasus penyertaan modal dari APBD. cukup besar kepada perusahaan di bawah naungan BUMD yang tidak melalui regulasi yang benar, itu bisa menimbulkan potensi penyelewengan juga.

“Itu penyertaan modalnya cukup besar hampir enam ratus miliyar. Maka perlu ada pengawasan yang ketat,” ungkap alumni UNAIR ini.

Pasar Puspa Agro sampai saat ini dinilai system pasar induknya gagal oleh berbagai kalangan karena tidak memberi dampak secara nyata. Dikatakan Dakelan, jika Puspa Agro tidak mengalami perkembangan maka harus segera memperbaiki managemen atau pasar tersebut diserahkan kepada swasta.

BACA JUGA :  Heboh, Irjen Pol Ferdy Sambo Dikabarkan Ditahan

“Kalau tetap kayak gitu ya lebih baik diserahkan kepada swasta agar dikelola secara profesional dan Pemprov Jatim hanya cukup menerima laba dari pengelolahan puspa agro itu,”imbuh pria yang sering mengisi sekolah anggaran ini.

Sementara itu, Senin (30/01/2017) Suhartoko, Humas Puspa Agro, menolak jika puspa agro dianggap gagal oleh banyak orang. Sebab, katanya pasar sebesar puspa agro membutuhkan waktu 17 sampai 20 tahun baru bisa maksimal pengelolahannya. Salah satu faktor utama mandeknya Puspa Agro, katanya, akibat akses jalan yang sering macet.

Sama halnya dengan Thoriqul Haq, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jatim menilai pasar induk puspa agro gagal akibat akses jalan untuk menuju puspa agro tidak layak. Dia mengaku sering mengkritik PT JGU selaku penanggungjawab puspa agro karena tidak memberikan perkembangan progresif pasar induk tersebut.

“Saya sering mengkritik PT JGU agar segera memberi kemajuan yang progresif terhadap Puspa Agro,”ujarnya.

Samsul, Mata Madura Biro Jatim

Komentar